24 Tim Ekspedisi Patriot 2026 dari ITB siap berjuang untuk memajukan KT di Jayapura, Barelang dan Kalimantan.

JAKARTA, 30 JULI 2026 – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia secara resmi menggelar Seremoni Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, pada Kamis (30/7). Acara ini memuncak setelah rangkaian pembekalan intensif dan konsolidasi yang berlangsung sejak 25 Juli 2026. Dalam momentum nasional tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan peran strategisnya dengan memobilisasi total 24 Tim Patriot yang siap menerjunkan kapabilitas riset dan pengabdian ke berbagai kawasan transmigrasi strategis di Indonesia.

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Menteri Transmigrasi, Dr. H. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.I.P., M.A., bersama Wakil Menteri Transmigrasi, Drs. H. Viva Yoga Mauladi, M.Si. Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Perguruan Tinggi dari 10 PTNBH mitra, termasuk Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), yang hadir memberikan dukungan moral secara langsung kepada para kontingen kampus.

Dalam pelepasan TEP 2026 ini, ITB menerjunkan kekuatan penuh yang terdiri dari 120 anggota tim dan 24 Ketua Tim (Person in Charge/PIC) dari berbagai fakultas dan sekolah di lingkungan ITB, sehingga total membentuk 24 unit tim kerja terpadu. Dari total 24 tim tersebut, konsentrasi utama penugasan berada di Kawasan Lereh, Kabupaten Jayapura, yang menempatkan 20 Tim untuk mengakselerasi pemetaan potensi dan pembangunan wilayah timur Indonesia. Sementara itu, 4 Tim lainnya disebar ke wilayah strategis di Barelang (Kepulauan Riau) dan kawasan transmigrasi di Kalimantan.

Komposisi keanggotaan Tim Patriot ITB tahun 2026 ini juga membawa warna dan diferensiasi baru dibanding tahun sebelumnya. Berbeda dengan TEP 2025 yang sebagian besar diisi oleh mahasiswa aktif bermitra dengan ITB, kepesertaan tahun ini didominasi oleh alumni ITB yang berkolaborasi dengan alumni TEP 2025. Pendekatan inklusif juga diterapkan melalui pelibatan warga lokal—termasuk masyarakat transmigran serta putra-putri Papua asli—guna memastikan setiap intervensi program selaras dengan kondisi sosial-budaya setempat.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi penugasan, seluruh anggota tim telah menerima pembekalan komprehensif dari jajaran menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, akademisi, hingga pakar kebencanaan dan psikologi lapangan. Materi mencakup analisis rantai nilai (value chain), tata kelola lahan, mitigasi bencana, penguatan integritas bersama KPK, serta kepemimpinan adaptif dari Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat.

Kepemimpinan 24 PIC yang berasal dari berbagai fakultas dan sekolah di ITB—mulai dari bidang teknik, sains hayati, tata kota, hingga ekonomi—memungkinkan pendekatan masalah dilakukan secara holistik. Setiap tim bertugas mengidentifikasi potensi komoditas lokal, merancang skema hilirisasi, serta menganalisis kebutuhan infrastruktur dasar di lokus masing-masing. Sinergi multidisiplin ini diharapkan menghasilkan dokumen rekomendasi teknis yang presisi dan siap dieksekusi oleh Kementerian Transmigrasi.

Pelibatan alumni ITB memberikan bobot profesionalisme dan kematangan eksekusi yang lebih tinggi di lapangan. Ditambah dengan kehadiran alumni TEP 2025, keberlanjutan basis data dan pengalaman lapangan dari periode sebelumnya dapat ditransfer dengan cepat. Kehadiran warga lokal serta masyarakat Papua asli dalam struktur tim menjadi kunci utama penetrasi sosial, sehingga program pemetaan potensi tidak hanya berbasis data kuantitatif, tetapi juga memperhitungkan kearifan lokal (local wisdom).

Khusus untuk 20 tim yang bertugas di Kawasan Lereh, Kabupaten Jayapura, intervensi difokuskan secara tematik ke dalam beberapa sektor prioritas, mulai dari pendidikan dan layanan kesehatan dasar, keandalan infrastruktur fisik kawasan, hingga pengembangan komoditas unggulan seperti perkebunan kakao. Sementara bagi 4 tim di Barelang dan Kalimantan, fokus diarahkan pada penguatan rantai pasok dan konektivitas wilayah perbatasan. Pendekatan berbasis sektor ini dirancang untuk mendiagnosis masalah akar rumput sekaligus memetakan rantai nilai (value chain) komoditas agar kawasan transmigrasi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mandiri.

Rangkaian acara pelepasan di Balai Kartini diakhiri dengan Malam Keakraban dan Pentas Aksi Seni Teatrikal, di mana kontingen ITB turut berpartisipasi mempererat rasa kebersamaan dengan jajaran pimpinan PT dan peserta dari kampus lain. Pelepasan ini menandai dimulainya langkah nyata 120 anggota dan 24 Ketua Tim Patriot ITB untuk mengabdi dan membawa dampak berkelanjutan di seluruh pelosok Nusantara.

SDGs : #SDG1 #SDG3 #SDG4 #SDG8 #SDG9 #SDG11

109

views

03 August 2026