PURWAKARTA, KAMPUNG NGANTAY – Sebanyak 21 mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang tergabung dalam Kelompok KKN 6 atau "N6alir," dipimpin oleh Raihan Aqeel Keanu Azra, menjalankan proyek pengabdian masyarakat di Kampung Ngantay dari 6 Agustus hingga 27 Agustus 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air bersih melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Proyek ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih, termasuk pengeboran sumur, pembangunan menara air, pemasangan jaringan perpipaan, dan pembangunan reservoir untuk distribusi air bersih ke seluruh rumah warga Kampung Ngantay. Sebelumnya, warga bergantung pada air waduk yang tidak terolah dengan baik, yang berisiko bagi kesehatan dan sering kali tidak mencukupi saat musim kemarau.
Pembangunan Infrastruktur dan Keterlibatan Masyarakat
Selama program berlangsung, tim KKN melakukan berbagai kegiatan utama, seperti pengeboran sumur, pembangunan menara air, pemasangan jaringan distribusi, serta pembangunan reservoir penyimpanan air. Selain fokus pada infrastruktur, Kelompok N6alir juga mengedepankan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam program "Ngantay Belajar" yang berlangsung enam kali dalam 21 hari, mahasiswa memberikan edukasi kepada anak-anak berusia 1-14 tahun. Program ini mengajarkan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta memberikan motivasi kepada anak-anak untuk bermimpi dan mencapai cita-cita mereka. Selain itu, program ini juga mencakup pengajaran nilai-nilai moral, kasih sayang, dan pembelajaran agama. Kegiatan lain, seperti senam sore, lomba memperingati Hari Kemerdekaan, serta makan bersama (liwetan), turut mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Kampung Ngantay.
Mengatasi Tantangan dengan Dukungan Masyarakat
Sambutan hangat dan partisipasi aktif warga menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Warga turut membantu dalam berbagai aspek, mulai dari penyediaan konsumsi, pengangkutan bahan bangunan, hingga dukungan moral bagi mahasiswa. Namun, tantangan logistik cukup besar, karena Kampung Ngantay hanya dapat diakses dengan perahu melintasi Waduk Jatiluhur akibat tidak adanya jalan darat yang memadai.
"Kampung Ngantay menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan akses air bersih. Karena lokasinya yang terpencil dan akses jalan yang tidak memadai, transportasi menjadi sulit. Sebelum proyek ini, warga mengandalkan air waduk yang tidak diolah, terutama saat musim kemarau ketika permukaan waduk surut lebih dari 50 meter," jelas Raihan Aqeel Keanu Azra, mahasiswa Teknik Infrastruktur Lingkungan (RIL).
Menyadari kondisi ini, Kelompok N6alir menjadikan akses air bersih sebagai prioritas utama. Ketergantungan pada air waduk yang tidak diolah menimbulkan risiko kesehatan yang serius, ditambah dengan seringnya pemadaman listrik yang menghambat penggunaan pompa air, menyebabkan gangguan pasokan air yang signifikan.
Solusi Inovatif: Panel Surya dan Infrastruktur Berkelanjutan
Untuk mengatasi keterbatasan listrik, tim KKN juga memasang panel surya di mushola setempat. Inisiatif ini bertujuan mengurangi beban listrik warga serta memastikan pompa utama untuk distribusi air dapat beroperasi secara stabil. Integrasi tenaga surya ini merupakan langkah inovatif dalam menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan selesainya proyek ini, Kampung Ngantay kini memiliki akses air bersih yang lebih baik sepanjang tahun, sehingga mengurangi ketergantungan pada air waduk yang kurang berkualitas. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur air bersih yang telah tersedia.
Pelajaran Berharga dan Harapan ke Depan
Sepanjang proyek ini, Kelompok N6alir menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Keterlibatan aktif warga, pengalaman mereka, serta semangat gotong royong menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Pelajaran berharga ini akan terus dikenang oleh setiap peserta KKN sebagai pengalaman hidup yang berarti.
Ke depan, tim berharap akses jalan menuju Kampung Ngantay dapat segera diperbaiki guna mendukung pembangunan lebih lanjut dan meningkatkan kesejahteraan warga. Mereka juga berharap proyek ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di daerah terpencil lainnya, membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang berkelanjutan.
Berita Terkait:
www.kompasiana.com: Air Bersih untuk Ngatay: Perjalanan KKN Kelompok 6 ITB