Atasi Masalah Klasik Fisik Pemain, Kelompok Keahlian Ilmu Keolahragaan ITB Digitalisasi Data Sepak Bola Jabar

BANDUNG – Sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan identitas bangsa. Kegagalan menembus Piala Dunia 2025 menjadi refleksi keras bahwa kebangkitan sepak bola nasional tidak bisa dibangun secara instan, melainkan memerlukan kerja sistemik berbasis ilmu pengetahuan (sport science). Salah satu persoalan klasik yang tak kunjung tuntas adalah ketahanan fisik atlet yang sering kali habis sebelum 90 menit.

Merespons tantangan fundamental ini, Kelompok Keahlian Ilmu Keolahragaan, Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Dr. Muhamad Fahmi Hasan, S.Pd., M.Or., menggandeng PSSI Jawa Barat meluncurkan terobosan baru melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Digitalisasi Pengetesan Kondisi Fisik Atlet Sepak Bola”.

Transformasi dari Manual ke Digital Kegiatan yang digelar di Aula PSSI Jawa Barat, Bandung, ini menjadi wahana transfer pengetahuan kepada 54 pelatih BK Porprov dari 27 kabupaten/kota. Dr. Muhamad Fahmi Hasan, S.Pd., M.Or. memperkenalkan Bolafit.id, sebuah platform digital terintegrasi untuk mencatat dan memonitor kondisi fisik atlet.

"Selama ini data fisik sering tercecer, hilang saat pemain pindah klub, atau dicatat dengan standar yang berbeda-beda. Di era modern, data adalah 'emas baru'. Tanpa data longitudinal yang konkret, pembinaan hanya akan berputar pada intuisi dan mengulang kesalahan yang sama," ujar Dr. Muhamad Fahmi Hasan, S.Pd., M.Or. dalam pemaparannya.

Melalui Bolafit.id, para pelatih dapat memantau empat komponen pilar kebugaran secara real-time: kekuatan (untuk duel dan stabilitas), daya tahan (konsistensi 90 menit), fleksibilitas (efisiensi gerak), dan kecepatan (transisi permainan). Hingga kini, sistem ini telah merekam lebih dari 1.276 data atlet dari usia 13 tahun hingga senior.

Menuju PON 2028 dan Kebijakan Nasional Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah strategis membangun bank data (baseline) untuk persiapan Tim PON Jawa Barat 2028. Dengan data historis yang valid, proses talent scouting tidak lagi subjektif, melainkan berbasis bukti objektif (evidence-based).

Lebih jauh, Dr. Muhamad Fahmi Hasan, S.Pd., M.Or. dan tim KK Ilmu Keolahragaan ITB mendorong agar inisiatif ini diadopsi menjadi kebijakan nasional. Pemerintah dan PSSI Pusat diharapkan segera membangun platform data terpadu dan mewajibkan kompetensi literasi data dalam sertifikasi pelatih.

"Masa depan sepak bola Indonesia ada pada sinergi akademisi dan praktisi. Dari Jawa Barat, kita memulai langkah kecil untuk perubahan besar menuju sepak bola yang berbasis riset dan teknologi," pungkasnya.

SDGs : #SDG3 #SDG4 #SDG9 #SDG17

319

views

21 January 2026