Bersama BNPB, JICA dan konsorsium 14 Perguruan TInggi, ITB menggelar "Workshop & Galeri Abhinaya" untuk Pemulihan Bencana Sumatera

BANDUNG (12/1) – Kolaborasi masif lintas institusi digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) hari ini. Melalui program "Workshop dan Galeri Abhinaya", ITB berkolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), JICA (Japan International Cooperation Agency), serta konsorsium 14 perguruan tinggi nasional untuk merumuskan rencana pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

Kegiatan ini sekaligus menandai pembukaan resmi Galeri Abhinaya yang akan berlangsung selama satu pekan ke depan, mulai tanggal 12 hingga 19 Januari 2026.

Acara dibuka dengan Keynote Speech yang menyoroti integrasi kebijakan dan standar internasional. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, menegaskan bahwa peta jalan pemulihan harus berbasis riset yang presisi.

Mr. Hiroyuki Yamamoto (Associate Professor JICA Expert), membagikan pengalaman Jepang dalam konsep Build Back Better, menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik.

Sinergi Jejaring Akademisi Indonesia Kekuatan utama forum ini terletak pada penyatuan keahlian dari berbagai latar belakang tanpa sekat wilayah. Forum ini mempertemukan akademisi dari universitas di wilayah terdampak langsung dengan mitra perguruan tinggi nasional lainnya untuk menyusun solusi komprehensif.

Universitas Syiah Kuala (Prof. Dr. Syamsidik, M.Sc.), Universitas Malikussaleh (Dr. Ing. Sofyan, ST., MT), Universitas Samudra (Dr. Furqan Ishak Aksa), Universitas Sumatera Utara (Dr. Achmad Siddik Thoha,S.Hut., M.Si.), Universitas Andalas (Prof. Dr.techn Marzuki,S.Si, M.Sc.), Universitas Negeri Padang (Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si, M.Pd.), Universitas Indonesia (Dr. Luh Gede Saraswati Putri, S.S., M.Hum.), Institut Pertanian Bogor (Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr), Universitas Gadjah Mada (Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D), Universitas Sebelas Maret (Dr. Sorja Koesuma, M.Si), Institut Teknologi Sepuluh November (Prof. Dr. Nurul Jadid, M.Sc), Universitas Negeri Surabaya (Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag.) dan Universitas Airlangga (Aditya Prana Iswara S.T., M.Sc., Ph.D.) yang memaparkan data krusial terkait kondisi lapangan dan tantangan spesifik di lokasi bencana.

Data tersebut diolah menjadi strategi pemulihan melalui kolaborasi disiplin ilmu yang melibatkan jejaring ahli akademik, berikut adalah satuan tugas yang mengisi kegiatan Workshop:

  • Ketua Satuan Tugas Saut Sagala, Ph.D. - Institut Teknologi Bandung
  • Ketua Kelompok Kerja Tata ruang Dr. Nurrohman Wijaya,M.T. - Institut Teknologi Bandung
  • Ketua Kelompok Kerja Geospasial Dr. Riantini Virtriana, M.T. - Institut Teknologi Bandung
  • Ketua Kelompok Kerja Rumah dan Pemukiman Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, S.T., M.T - Institut Teknologi Bandung
  • Ketua Kelompok Kerja Kesehatan, Psikososial dan Pendidikan Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, M.Si. - Institut Teknologi Bandung

Ketua Satuan Tugas Respon dan Pemulihan Bencana Saut Sagala, Ph.D. menekankan bahwa "Abhinaya" bukan sekadar wacana. Implementasi di lapangan didukung penuh oleh Ikatan Alumni ITB dan Rumah Amal Salman yang bergerak taktis dalam mobilisasi bantuan.

Masyarakat umum diundang untuk menyaksikan langsung inovasi teknologi mitigasi bencana di Galeri Abhinaya yang dibuka untuk umum di kampus ITB selama seminggu ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus bukti bahwa kolaborasi akademisi Indonesia mampu melahirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa.

SDGs : #SDG3 #SDG9 #SDG11 #SDG17

456

views

13 January 2026