Desa Gampong Jaboi di Sabang, titik terluar di ujung barat Indonesia. Di balik keindahan lautnya yang memukau, desa ini adalah rumah bagi para nelayan tangguh dan kelompok pengolah hasil laut yang penuh semangat, yaitu Poklahsar Sabena yang diketuai oleh Bapak Al-Ahyar.

Hasil laut mereka, terutama gurita, punya kualitas jempolan. Tapi, ada satu masalah besar yang selama ini jadi penghalang mimpi mereka.

Tantangan yang Menghadang: Air yang Menjadi Kendala

Bayangkan, Anda punya bahan baku terbaik, tapi air untuk mengolahnya justru jadi masalah. Inilah yang dihadapi warga Jaboi. Sumber air di desa mereka secara alami mengandung belerang (sulfur) karena aktivitas geotermal.

Akibatnya?

  • Produk Cepat Rusak: Olahan hasil laut jadi tidak tahan lama.
  • Sulit Dipasarkan Jauh: Penjualan hanya bisa sampai ke kota terdekat, Banda Aceh.
  • Terganjal Izin: Syarat kebersihan untuk mendapatkan sertifikasi halal dan izin edar BPOM sulit dipenuhi.

Mimpi untuk menjual produk ke seluruh Indonesia pun terasa begitu jauh.

Ketika Ilmu Pengetahuan Turun Tangan: Kolaborasi Hebat dari Kampus

Melihat semangat warga yang tak pernah padam, sebuah tim hebat dari tiga universitas ternama—Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Syiah Kuala (USK)—datang membawa harapan. Di bawah pimpinan Dr. Qoriah, MA. dari ITB, tim ini tidak hanya datang berkunjung, tapi membawa solusi nyata.

Inilah "senjata" yang mereka berikan untuk Poklahsar Sabena:

  1. Alat Canggih Pemurni Air (Ultrafiltrasi): Sebuah mesin modern dipasang untuk menyaring kandungan belerang dan kotoran. Hasilnya? Air menjadi super bersih dan aman untuk mengolah makanan.
  2. Meja Pengolahan Higienis (Stainless Steel Food Grade): Warga kini punya meja khusus anti karat yang mudah dibersihkan, memastikan proses produksi jadi jauh lebih bersih.

Pendampingan Hingga Tuntas: Tim sabar mendampingi warga, mengajari cara produksi yang benar dan membantu proses pendaftaran sertifikasi halal.

Mengenal Tim Hebat di Balik Perubahan

Inovasi ini tidak akan terwujud tanpa peran penting dari banyak pihak yang berkolaborasi:

  • Tim Akademisi:
    • Dr. Qoriah, MA. (ITB): Sebagai Ketua Tim Pengabdian, beliau memimpin jalannya program dari awal hingga akhir dan menandatangani serah terima teknologi.
    • Prof. Made Ari Penia (ITB): Pakar Teknik Pangan ini memberikan keahliannya untuk memastikan proses pengolahan memenuhi standar kebersihan tertinggi.
    • Mutia Ramadhaniaty, MSi (USK): Sebagai Peneliti Kelautan, beliau menegaskan besarnya potensi perikanan, khususnya gurita di perairan Pulau Weh.
    • Mahasiswa Terlibat: Nur Fadilah Muktiningsih dan Sarah Kristina Pakpahan dari ITB juga ikut terjun langsung, menerapkan ilmu mereka untuk membantu masyarakat.
  • Para Juara Lokal:
    • Bapak Zulfan, S.Pi.: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang yang sangat mendukung dan mengapresiasi program ini.
    • Bapak Mahmudi: Sebagai Keuchik (Kepala Desa) Gampong Jaboi, beliau menjadi jembatan antara tim dan masyarakat.
    • Bapak Al-Ahyar: Ketua Poklahsar Sabena yang mewakili semangat dan harapan seluruh anggota kelompok pengolah ikan.

Hasilnya? Senyum dan Harapan Baru!

Perubahan ini disambut dengan antusias. Puncaknya adalah saat acara serah terima alat secara resmi dari pihak ITB yang diwakili oleh Dr. Qoriah, MA. kepada pemerintah daerah yang diwakili oleh Bapak Zulfan, S.Pi. beserta kepala desa dan ketua kelompok.

Dalam kesempatan itu, Bapak Zulfan berkata, "Penerapan teknologi ini sangat bermanfaat. Komoditas olahan hasil tangkap kami akan mampu menjadi komoditas unggulan di Provinsi Aceh, bahkan di Indonesia."

Ini bukan hanya cerita tentang teknologi, tapi tentang kolaborasi. Tentang bagaimana ilmu pengetahuan bisa menyentuh langsung kehidupan masyarakat di pelosok negeri, mengangkat ekonomi mereka, dan mewujudkan mimpi yang sempat tertunda.

Kini, Poklahsar Jaboi sedang menjaring asa mereka kembali. Dengan produk berkualitas, higienis, dan bersertifikat halal, olahan laut dari ujung barat Indonesia ini siap berlayar menembus pasar nasional.

#DesaJaboi #Sabang #UMKMNaikKelas #InovasiUntukNegeri #EkonomiKreatif #Kolaborasi #SDGs #SDG6 #SDG8 #SDG9 #SDG17 #SDG2

SDGs : #SDG6 #SDG8 #SDG9 #SDG17 #SDG2

2024

views

05 September 2025