DPMK ITB Paparkan 24 Program Pengabdian di Sumatera Barat, Pemprov Harapkan Kolaborasi Teknologi Hilirisasi

PADANG – Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB mempresentasikan rekapitulasi program pengabdian masyarakat yang telah dan sedang berjalan di Sumatera Barat dalam kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 6 November 2025. Pemaparan ini mendapat tanggapan positif dari jajaran pemerintah provinsi, yang mengharapkan perluasan kolaborasi di bidang hilirisasi komoditas lokal dan inovasi teknologi.

Dalam presentasinya, DPMK ITB merinci bahwa selama periode 2021-2025, telah dilaksanakan total 24 kegiatan di 7 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Program tersebut terbagi dalam lima topik utama, meliputi:

  • Teknologi & Infrastruktur (9 proyek)
  • Pengelolaan Sumber Daya Alam (6 proyek)
  • Pengembangan SDM & Pendidikan (5 proyek)
  • Pengembangan Budaya & Komunikasi (3 proyek)
  • Penanganan Bencana (1 proyek)

Beberapa program unggulan yang disorot termasuk penyediaan Pembangkit Listrik Pico-Hydro untuk pemanenan rotan di Sumpur Kudus, Sijunjung , rekonstruksi pasca-bencana melalui pembangunan community shelter di Pasaman Barat, dan upaya penyelamatan ekosistem Danau Maninjau melalui budidaya jamur tiram dan pengolahan limbah.


Respons Positif dan Usulan Kolaborasi Masa Depan

Gubernur Sumatera Barat menyambut baik inisiatif yang telah dilakukan ITB dan menyampaikan beberapa harapan untuk kolaborasi ke depan. Salah satu fokus utama adalah hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Pemerintah provinsi berharap ITB dapat membantu pengembangan hilirisasi tanaman Uncaria gambir untuk menghasilkan produk turunan berbasis senyawa katekin , khususnya untuk industri kosmetik. Diharapkan pula realisasi pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D) untuk produk turunan gambir ini di wilayah Sumatera.

Selain itu, diusulkan pula pengembangan pemanfaatan lebah galo-galo (lebah tanpa sengat) untuk produksi propolis. Hal ini sejalan dengan program DPMK ITB yang telah berjalan di Sijunjung terkait perbaikan kualitas dan produk lebah madu tanpa sengat.

Usulan lainnya dari pihak gubernur mencakup:

  • Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi energi baru terbarukan pada wilayah-wilayah marginal melalui Kerjasama dengan Universitas Andalas (UNAND).
  • Penerapan teknologi pengolahan skala kecil untuk buah/biji penghasil minyak agar dapat dikelola di tingkat desa atau koperasi.
  • Pengelolaan sampah terpadu, termasuk teknologi daur ulang dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Usulkan Inovasi Teknologi Tepat Guna

Menambahkan daftar potensi kolaborasi, Bappelitbang Sumatera Barat turut mengusulkan beberapa inovasi teknologi spesifik. Usulan ini berfokus pada energi terbarukan dan mitigasi bencana.

Beberapa inovasi yang diajukan antara lain:

  • Pengembangan teknologi "footstep" yang mampu menyimpan energi dari tekanan langkah kaki.
  • Inovasi sensor sprinkler untuk mendeteksi letusan Gunung Merapi dan mengantisipasi gagal panen akibat abu vulkanik.
  • Pengembangan bioetanol dari nira aren sebagai sumber energi terbarukan.
  • Teknologi penyaring oli kompon untuk mengurangi polusi lingkungan.

Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat ITB dalam pengabdian masyarakat dan membuka peluang sinergi baru dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong inovasi teknologi dan hilirisasi sumber daya alam lokal.

SDGs : #SDG7 #SDG 8 #SDG9 #SDG11 #SDG17

157

views

10 November 2025