FMIPA ITB dan Disdik Jabar Petakan Kompetensi Matematika Ribuan Siswa SMA, Siapkan Fondasi Kebijakan Pendidikan Berbasis Data

Bandung, 25 Oktober 2025
Sebuah langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan di Jawa Barat telah diambil. Lebih dari 3.040 siswa SMA yang berasal dari 160 sekolah di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat telah serentak berpartisipasi dalam Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa SMA se-Jawa Barat 2025.

Program kolaboratif berskala masif ini diselenggarakan oleh Tim Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama penuh dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah konkret untuk memotret dan memperkuat pemerataan mutu pembelajaran matematika di tingkat SMA.

Kegiatan pemetaan ini dilaksanakan secara daring pada 21–22 Oktober 2025. Proses asesmen memanfaatkan platform digital canggih bernama MathERA (Mathematics Excellence Recognition Award), yang merupakan sistem asesmen digital yang dikembangkan secara internal oleh Tim Matematika FMIPA ITB. Tes dilaksanakan serentak dalam lima sesi berbeda, dengan tingkat partisipasi luar biasa yang mencapai lebih dari 99%. Angka ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan yang sangat tinggi dari sekolah-sekolah di seluruh wilayah Jawa Barat, dari perkotaan hingga pelosok daerah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pembaruan dan evaluasi pendidikan yang didasarkan pada data yang valid dan komprehensif. “Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang sangat kami dukung untuk memetakan kemampuan matematika siswa secara objektif dan ilmiah. Data yang dihasilkan nanti akan sangat krusial dan menjadi dasar bagi kami dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran ke depan,” ujar Dr. Purwanto. Menurut beliau, hasil asesmen berskala besar seperti ini sangat vital dalam memperkuat evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti) di bidang pendidikan. Dengan data yang komprehensif, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dapat mengenali secara akurat wilayah, sekolah, dan kelompok siswa mana yang memerlukan intervensi, dukungan, atau program pengayaan lebih lanjut.

Berbeda dari tes biasa, pemetaan kompetensi ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tes terdiri atas 30 soal pilihan ganda dan isian singkat yang dirancang untuk menguji lima pilar kompetensi matematika esensial: pemahaman konseptual, kefasihan prosedural, penalaran dan argumentasi, pemecahan masalah, serta komunikasi dan representasi matematis. Materi yang diujikan mencakup spektrum luas, mulai dari bilangan dan barisan, aljabar, geometri dan pengukuran, statistika dan peluang, trigonometri, hingga matematika lanjut.

“Siswa tidak hanya mengerjakan hitungan, tetapi mereka benar-benar dilatih untuk berpikir logis, analitis, dan kritis. Ini sangat sesuai dengan semangat Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang ingin kita tanamkan,” jelas Prof. Edy Tri Baskoro, Ph.D., selaku Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar Matematika ITB. Prof. Edy Tri Baskoro, Ph.D., menambahkan bahwa asesmen ini juga dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan matematika. Platform MathERA sendiri dirancang agar stabil dan efisien, bahkan diuji untuk dapat beroperasi di daerah dengan keterbatasan jaringan internet. Hal ini memastikan bahwa asesmen digital dapat menjangkau seluruh siswa tanpa hambatan teknis yang berarti, sekaligus menjamin asas keadilan dan pemerataan akses.

Tingkat partisipasi yang nyaris sempurna (lebih dari 99%) diiringi dengan respons yang sangat positif dari para peserta di lapangan. “Soalnya menarik, tidak hanya menghitung tapi juga benar-benar menguji logika. Saya jadi tahu bagian mana yang masih harus saya pelajari lebih dalam,” ujar seorang siswa peserta dari Bandung. Seorang guru dari Kabupaten Cirebon turut memberikan apresiasi. “Program seperti ini membuat anak-anak kami lebih semangat belajar matematika dan tidak takut lagi dengan ujian. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tiap tahun untuk mengukur kemajuan kami,” ungkapnya. Peran guru penanggung jawab di setiap sekolah dinilai sangat penting dalam keberhasilan koordinasi teknis ujian daring ini, memastikan seluruh siswa dapat mengikuti asesmen dengan lancar. Banyak guru menilai platform MathERA sebagai contoh nyata bagaimana teknologi dapat memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah.

Kesuksesan kegiatan ini lahir dari kolaborasi erat dan sinergi kuat antara Tim Matematika ITB, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta seluruh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I–XIII. Dukungan dan arahan penting juga diberikan oleh Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, D.E.A., yang memungkinkan kegiatan berskala besar ini terlaksana dengan lancar. Tim Matematika ITB yang terlibat dalam perancangan dan pelaksanaan program ini terdiri dari para pakar di bidangnya, yang diketuai oleh Prof. Edy Tri Baskoro, Ph.D. Anggota tim meliputi: Prof. Wono Setya Budhi, Ph.D; Prof. Dr. Irawati; Prof. Dr. Janson Naiborhu; Prof. Dr. Agus Yodi Gunawan; Prof. Hilda Assiyatun, Ph.D; Prof. Dr. M. Salman A.N.; Dr. Gantina Rachmaputri; Afif Humam, M.Si.; Rizal Afgani, Ph.D; Prof. Djoko Suprijanto, Ph.D; Oki Neswan, Ph.D; Dr. Yuli Sri Afrianti; Aleams Barra, Ph.D; Dr. Fajar Yuliawan; Dr. Sandy Vantika; Dr. Dellavitha; dan Dr. Maharani Ahsani Ummi. Kolaborasi lintas institusi ini memperlihatkan semangat gotong royong dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional yang berbasis riset dan data.

Program ini merupakan bagian dari skema Community Development - Equity 2025, yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Fokus utamanya adalah pemerataan mutu pendidikan matematika dan sains di Indonesia melalui pemetaan kompetensi yang sistematis. “Dengan data yang terkumpul, kami akan melakukan analisis mendalam untuk memetakan variasi capaian siswa dan sekolah. Hasilnya akan kami susun menjadi policy brief (ringkasan kebijakan) untuk Dinas Pendidikan. Jawa Barat diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengembangan asesmen digital yang inklusif dan berkeadilan,” tambah Prof. Edy Tri Baskoro, Ph.D.

Kegiatan ini memiliki dua dimensi utama: evaluatif dan pengembangan kapasitas. Bagi siswa, ini adalah pengalaman evaluasi digital modern dan sarana refleksi diri. Bagi guru dan sekolah, hasil pemetaan dapat digunakan untuk meninjau efektivitas strategi pembelajaran serta menyiapkan program pengayaan yang lebih tepat sasaran. Kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Bersama). Melalui sinergi ini, inovasi digital terbukti mampu memperkuat fondasi pendidikan Indonesia menuju masa depan yang cerdas, inklusif, dan berkeadilan.

SDGs : #SDG4 #SDG10 #SDG17

668

views

30 October 2025