GARUT – Tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Dr. Eng. Nugraha, S.T., M.T. dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) sukses menginisiasi program transformasi budidaya ikan nila hitam di Tarogong, Garut. Melalui kolaborasi dengan Kopontren Bina Hasanah Al-Musaddadiyah yang berlangsung sejak April hingga November 2025, program ini hadir sebagai jawaban nyata atas tingginya biaya pakan dan beban operasional listrik yang selama ini menjadi tantangan utama para pembudidaya lokal.
Teknologi yang diusung tidak main-main. Tim yang juga diperkuat oleh Dr. Eng. Muhammad Iqbal, S.T., M.T. menerapkan pakan suplemen berbasis prebiotik-probiotik untuk mempercepat pertumbuhan ikan. Tak hanya itu, efisiensi energi ditingkatkan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 kWp. Kehadiran energi terbarukan ini secara otomatis menanggung beban listrik untuk sistem aerasi kolam, pencahayaan, hingga perangkat CCTV pemantau, sehingga biaya produksi dapat ditekan secara signifikan.
Hasilnya pun sangat mengesankan. Berdasarkan uji laboratorium, ikan nila hitam yang dipanen memiliki kandungan protein, Omega-3, dan Omega-6 yang jauh lebih tinggi dibandingkan ikan dari kolam konvensional. Ketua Kopontren Bina Hasanah, Hj. Atik Mardiati, mengakui bahwa bantuan teknologi dari ITB ini sangat tepat sasaran. Selain meningkatkan keuntungan ekonomi bagi pesantren, inovasi ini juga menjadi kampanye gizi yang krusial bagi masyarakat Garut untuk mencegah stunting melalui konsumsi pangan berkualitas tinggi.
Referensi
https://wartagarut.com/itb-terapkan-teknologi-bioflok-dan-plts-untuk-dongkrak-budidaya-nila-garut/