Program Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk Pemulihan Bencana Sumatera 2026 merupakan program intervensi terpadu yang didanai oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Kemanusiaan (DPMK) ITB guna mendukung pemulihan pascabencana banjir di wilayah Sumatera Barat dan Aceh. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, M.Si. selaku Koordinator Pemulihan Bencana Sumatera ITB untuk Sektor Psikososial, Kesehatan, dan Pendidikan, dengan perumusan proposal oleh Dr. Hendhy Nansha. Tim pelaksana ITB turut melibatkan Dr. Muhammad Yudhistira Azis, Dr. apt. Defri Rizaldy, dan Dr. apt. Tomi Hendrayana, serta berkolaborasi aktif dengan Balmon Komdigi Padang, dr. Anggi Anggraeni dari Universitas Sumatera Utara (USU), Rumah Amal Salman, pihak puskesmas, sekolah, dan aparat desa setempat.
Tantangan Pascabencana: Fase Kritis Pemulihan
Memasuki bulan keenam pascabanjir bandang akhir tahun 2025, berbagai wilayah di Sumatera masih bergelut dengan keterbatasan akses, kerusakan fasilitas publik, serta kerentanan sosial dan ekonomi. Tim DPMK ITB merespons kondisi ini melalui intervensi langsung yang menyasar kebutuhan paling mendasar di beberapa titik terdampak.
1. Ngalau Gadang, Pesisir Selatan: Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Terisolasi
Akses darat menuju Desa Ngalau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, masih terkendala akibat jembatan utama yang putus dan jalur tanah berlumpur. Mengingat pasien darurat harus ditandu melintasi jalur perbukitan, Tim ITB hadir pada 26 Februari 2026 untuk menyalurkan paket kesehatan dan alat diagnostik dasar bagi ibu dan anak, serta memberikan edukasi perawatan medis mandiri dalam keluarga.
2. SMA Negeri 1 Padang: Menyiapkan Generasi Muda Tanggap Bencana
Di Kota Padang, Dr. Muhammad Yudhistira Azis memberikan pelatihan mitigasi bencana dan keterampilan bertahan hidup (survival skills) bagi siswa SMA Negeri 1 Padang. Edukasi ini membekali generasi muda pemahaman risiko, penanganan kedaruratan, dan simulasi penyelamatan, sekaligus memosisikan siswa sebagai agen kesiapsiagaan di lingkungan keluarga dan sekitar.
3. Puskesmas Koto Alam, Agam: Restorasi Air Bersih untuk Rawat Inap
Banjir bandang melumpuhkan pasokan air bersih di Puskesmas Koto Alam, Kecamatan Palembayan, sehingga ruang rawat inap terpaksa ditutup. Bekerja sama dengan Rumah Amal Salman, Tim ITB merekonstruksi sarana penyediaan dan filtrasi air bersih. Kembalinya aliran air higienis ini memulihkan operasional fasilitas rawat inap puskesmas secara penuh.
4. Huntara Lubuk Sidup, Aceh Tamiang: Konektivitas Starlink, Telemedicine, dan DAGUSIBU
Dipimpin oleh Dr. apt. Defri Rizaldy dan Dr. apt. Tomi Hendrayana, tim ITB bersama Balmon Komdigi Padang memasang satu unit perangkat internet satelit Starlink di Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak.
Akses internet tersebut dioptimalkan melalui kerja sama medis dengan dr. Anggi Anggraeni (USU) untuk:
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen sivitas akademika ITB bahwa pemulihan pascabencana yang efektif menuntut sinergi lintas disiplin demi membangun komunitas yang sehat, mandiri, dan tanggap risiko.r