ITB dan Pemkab Lebak Kolaborasi Terapkan Model SALAD untuk Penyesuaian NJOP Berbasis Kearifan Lokal

Pada Senin, 9 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjalin kerjasama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka pemutakhiran data dan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Salah satu pendekatan inovatif yang diperkenalkan adalah metode Spatially Adaptive Land Value Determination (SALAD), yang bertujuan untuk menyesuaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara lebih adil dan kontekstual.

Peneliti dari Kelompok Keahlian Sistem Spasial dan Kadaster, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Andri Hernandi, menjelaskan bahwa model SALAD akan diterapkan di tiga desa di Kabupaten Lebak, yaitu Desa Cipeundeuy (Kecamatan Malingping), Desa Ciburuy (Kecamatan Curugbitung), dan Desa Banjarsari (Kecamatan Cileles). Implementasi model ini akan dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, mencakup pendampingan, pelatihan, dan workshop.

Kepala Bapenda Lebak, Doddy Irawan, menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, masukan dari pihak ITB sangat berharga sebagai bahan pertimbangan kebijakan daerah ke depan. “Masukan seperti model SALAD ini bisa kita terapkan untuk mendorong peningkatan pendapatan pajak,” ujarnya usai kegiatan expose dan diskusi intensif yang berlangsung selama satu hari bersama tim ITB.

Keesokan harinya, Selasa, 10 Juni 2025, tim ITB yang dipimpin oleh Andri Hernandi melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah kasepuhan adat Guradog, Kecamatan Curugbitung. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa sarjana dan pascasarjana ITB melakukan sosialisasi serta survei lapangan untuk mengonfirmasi kesiapan implementasi model SALAD. Mereka berdialog langsung dengan masyarakat dan para tetua adat guna memahami struktur sosial serta nilai-nilai lokal yang menjadi basis penting dalam menentukan nilai jual lahan secara kontekstual.

Andri menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas adat. “Kami berharap program ini bisa menjadi percontohan penerapan teknologi spasial yang adaptif dan berkeadilan dalam sistem perpajakan yang lebih kontekstual,” katanya.

Pada Rabu, 11 Juni 2025, kegiatan sosialisasi dan konfirmasi lapangan kembali dilanjutkan oleh tim ITB di lokasi yang sama. Masyarakat adat diajak memahami secara lebih mendalam tujuan dan manfaat dari penyesuaian NJOP berbasis model SALAD, yang tidak hanya mengedepankan pendekatan teknologi spasial, tetapi juga menghormati kearifan lokal yang telah menjadi bagian integral dari struktur sosial masyarakat Lebak.

#KolaborasiITB #PemkabLebak #PengabdianMasyarakat #SDGs #SDG17 #SDG16 #InovasiPajak #SistemSpasial #KeadilanPerpajakan #KearifanLokal

Berita terkait:

1. dailyhits.id: ITB Blusukan ke Masyarakat Adat Lebak Sosialisasi Penyesuaian NJOP

2. edukasi.okezone.com: Mahasiswa ITB Ajak Masyarakat Adat Pahami Nilai Jual Objek Pajak

SDGs : #SDGs #SDG17 #SDG16

379

views

13 June 2025