JAKARTA, 28 April 2026 – Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi memperkuat komitmennya dalam pembangunan nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sinergi tridarma perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi desa menuju kemandirian yang berkelanjutan.
Acara yang berlangsung di Operational Room Gedung Utama Kemendes PDT, Jakarta Selatan ini, merupakan wujud nyata pelaksanaan mandat Asta Cita ke-6 dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat desa dan pembangunan daerah tertinggal.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan. ITB menjadi salah satu mitra kunci bersama instansi lain seperti BRIN, UGM, dan PT PLN (Persero) untuk memastikan integrasi sumber daya berjalan maksimal.
Dalam kesempatan ini, Rektor ITB diwakili oleh Prof. Dr. Dea Indriani Astuti, S.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Sumber Daya (WRSD). Kehadiran beliau menegaskan bahwa ITB siap mendukung program strategis pemerintah, terutama dalam hal inovasi teknologi dan penguatan SDM di tingkat desa.
Delegasi ITB yang turut mendampingi dalam prosesi penting ini antara lain:
Nota Kesepahaman ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya:
Melalui kolaborasi ini, ITB berharap dapat melahirkan program-program inovatif yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat desa. Dengan sentuhan teknologi dan riset tepat guna dari kampus, percepatan pembangunan di daerah tertinggal diharapkan bukan lagi sekadar target, melainkan realitas yang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.