ITB Kembangkan Sistem Monitoring Cerdas berbasis Embedded System untuk Modernisasi Pengelolaan Sampah

BANDUNG, Masalah pengelolaan sampah di Kota Bandung kini menghadapi tantangan yang kian kompleks. Seiring bertambahnya volume sampah harian yang tidak seimbang dengan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), kebutuhan akan efisiensi dan teknologi terukur menjadi hal yang mutlak. Menjawab tantangan mendesak ini, tim peneliti dan pengabdi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diketuai oleh Dr. Eng. Muhammad Iqbal, S.T., M.T. dari FTI ITB, berkolaborasi dengan akademisi dari Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), resmi meluncurkan inovasi sistem monitoring berbasis embedded system untuk modernisasi teknologi pengolahan sampah.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui dukungan Program Pengabdian Masyarakat ITB Skema Bottom Up Topik Khusus Pengelolaan Sampah Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, tim akademisi turut melibatkan kolaborasi lintas institusi bersama mitra sasaran serta para mahasiswa untuk memastikan keberlanjutan dan keterterapan teknologi di lapangan.

Sistem monitoring cerdas ini dirancang untuk merelokasi proses operasional pengolahan sampah yang selama ini masih bersifat konvensional menjadi data-driven system. Melalui integrasi sensor dan perangkat keras embedded, kondisi operasional peralatan dapat dipantau secara objektif, real-time, dan tersimpan secara otomatis dalam basis data. Beberapa parameter vital yang dipantau mencakup suhu operasional, tegangan listrik, arus listrik, hingga status keaktifan sistem yang semuanya terhubung langsung ke sebuah dashboard digital interaktif.

Keberadaan dashboard ini memberikan keleluasaan bagi operator di lapangan untuk memperoleh data kondisi alat secara presisi. Tidak hanya menyajikan indikator real-time, sistem ini juga dilengkapi fitur alarm warning system serta rekaman histori data. Kehadiran fitur peringatan dini tersebut memungkinkan deteksi anomali peralatan secara cepat guna mencegah kerusakan fatal serta mempermudah pengambilan keputusan operasional berbasis bukti data.

Meski pada tahap awal implementasinya diterapkan pada teknologi pengolahan sampah berbasis pemanasan plasma, arsitektur embedded system yang dikembangkan ini bersifat fleksibel dan skalabel. Ke depannya, platform ini dapat diadaptasi ke berbagai jenis fasilitas pengolahan sampah lain cukup dengan menambahkan modul sensor spesifik, seperti sensor kualitas udara, emisi gas buang, partikulat, hingga parameter dampak lingkungan sekitar. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital pengelolaan sampah nasional yang cerdas, aman, efisien, dan berkelanjutan.

SDGs : #SDG9 #SDG11 #SDG12 #SDG17

159

views

14 August 2026