DPMK ITB bersinergi dengan DITMAWA ITB Lepas 347 Mahasiswa untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Karsa Desa menuju Kuningan
Dalam upaya terus berkomitmen pada perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, Institut Teknologi Bandung melalui Direktorat Kemahasiswaan kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Karsa Desa (KKN-D) Tahun 2025 di Desa Legokherang dan Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 5–29 Agustus 2025.
Keberangkatan peserta diawali dengan acara pelepasan sebanyak 347 mahasiswa dari berbagai program studi oleh Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara. Sejumlah pimpinan tinggi ITB turut hadir, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Irwan Meilano, Direktur Kemahasiswaan Prof. Muhamad Insanu, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Prof. Zulfiadi, serta Direktur Komunikasi dan Humas Dr. Nurlaela Arief.
KKN-D merupakan mata kuliah umum dengan bobot 4 SKS yang dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan. Program ini terbagi dalam dua tahap utama, yaitu fase Pra-KKN yang mencakup pembekalan dan perencanaan, serta fase Implementasi saat mahasiswa terjun langsung ke lapangan.
Tahun ini, peserta dibagi ke dalam 18 kelompok dengan bimbingan dari 10 dosen pembimbing. Mereka akan menjalankan berbagai proyek lintas tema seperti air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, pengembangan bisnis dan pemberdayaan UMKM, kelembagaan desa, energi, desa wisata, pertanian, dan pendidikan.
Acara pelepasan dibuka dengan laporan kegiatan oleh Direktur Kemahasiswaan, Prof. Muhamad Insanu, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam membangun desa dan meningkatkan keterampilan sosial mahasiswa. “Ini menjadi momen adik-adik untuk bekerja sama dalam membangun desa dan mengembangkan soft skills,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan dosen pembimbing yang berperan aktif dalam pelaksanaan KKN-D. Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar untuk pemenuhan SKS, melainkan wujud nyata kontribusi ITB bagi masyarakat. Prof. Tata juga berpesan bahwa mahasiswa KKN adalah representasi ITB di tengah masyarakat, sehingga perlu hadir dengan semangat kerendahan hati dan proaktif menyapa masyarakat.
Prof. Tata juga mengenang pengalamannya pribadi saat mengikuti KKN pada tahun 1989 di Ciamis Selatan, di mana ia bersama rekan-rekannya membangun pembangkit listrik sederhana. Perjalanan yang harus ditempuh selama tujuh jam dan dilanjutkan dengan berjalan kaki dua jam memberikan pelajaran berharga tentang arti pengabdian. “Pengalaman itu menjadi bekal hidup saya hingga hari ini. Melalui KKN, kita belajar menjelaskan hal-hal kompleks kepada masyarakat dengan cara yang sederhana dan membumi,” ungkapnya.
Prof. Tata berharap KKN menjadi ruang refleksi sekaligus medan praktik nyata bagi mahasiswa untuk meneguhkan karakter, mengasah jiwa kepemimpinan, dan membangun empati sosial. “Kita ingin mahasiswa ITB tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami makna kebermanfaatan dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Salah satu peserta, Naufal, mahasiswa program studi Teknik Sipil, menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti KKN-D 2025. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk melebur bersama masyarakat desa dan membagikan ilmu yang selama ini ia pelajari di kampus. “Alhamdulillah ada kesempatan untuk melebur bersama masyarakat desa lagi, apalagi kita membawa sesuatu yang insyaAllah nantinya bermanfaat juga di sana,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ilmu tanpa kebermanfaatan adalah kesia-siaan.
Melalui program KKN-D, ITB berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
#SDGs #ITB #KKN #PengabdianMasyarakat #Kuningan #SDG1 #SDG3 #SDG4 #SDG6 #SDG7 #SDG8 #SDG11 #SDG17