AMBON, 27 April 2026 – Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk BANTARAN (Bangun Aksi Tangguh Risiko Banjir) di Negeri Hative Kecil dan Desa Galala, Kota Ambon, sebagai langkah nyata mitigasi bencana berbasis teknologi dan kolaborasi lokal. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (25-27 April 2026) ini diawali oleh temuan lapangan yang mengkhawatirkan. Tim menemukan jejak genangan banjir yang mencapai ketinggian hingga 2 meter di dalam pemukiman warga. Mohammad Farid, S.T., M.T., Ph.D., selaku Ketua Tim BANTARAN, menegaskan bahwa kondisi geografis dan sejarah banjir di kawasan tersebut menuntut adanya sistem proteksi yang lebih cerdas.
Dalam menjalankan aksi ini, Ketua Mohammad Farid, S.T., M.T., Ph.D. dibersamai oleh jajaran anggota tim yang terdiri dari:
"Kondisi di lapangan memperkuat urgensi pengembangan Flood Early Warning System (FEWS). Sistem peringatan dini ini bukan sekadar alat, melainkan instrumen vital untuk memberikan waktu evakuasi yang memadai bagi masyarakat sebelum bencana datang," ujar Mohammad Farid, S.T., M.T., Ph.D. Dari Survei Lapangan hingga Audiensi Strategis Rangkaian aksi diawali dengan penelusuran sejarah banjir bersama warga untuk menyatukan perspektif akademik dengan pengalaman lokal. Puncak kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi intensif yang dihadiri oleh perangkat RT/RW serta Sekretaris Negeri Hative Kecil, Bapak Tosi. Dalam forum tersebut, ITB memaparkan strategi integrasi pemetaan spasial dan penguatan kapasitas warga agar tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi subjek aktif dalam mitigasi bencana. Tak hanya di level akar rumput, tim ITB juga melakukan audiensi penting dengan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Diskusi tingkat tinggi ini membedah kompleksitas banjir di Ambon yang dipengaruhi oleh sedimentasi sungai, pasang surut air laut, hingga limbah domestik. Solusi teknis seperti pembangunan sistem polder dan pengerukan sungai menjadi poin utama yang dibahas untuk koordinasi jangka panjang antara pihak kampus dan pemerintah kota. Sinergi untuk Masa Depan yang Tangguh Masyarakat menyambut positif inisiatif ini dan mendorong adanya transparansi data serta sinkronisasi antara kajian mandiri warga dengan analisis komprehensif dari ITB. Melalui BANTARAN, diharapkan tercipta model penanggulangan banjir berkelanjutan yang mampu mereduksi risiko bencana secara signifikan melalui sentuhan teknologi dan kolaborasi multisektoral.