Boalemo,Oktober 2025 - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menuntaskan misi pengabdian masyarakat yang komprehensif di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengajar, tetapi juga menyentuh langsung komunitas siswa di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Peningkatan Kapasitas Guru di Wilayah 3T dalam Skema Top-Down Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, yang didukung penuh oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Dr. Getbogi Hikmawan, S.Si., M.Si., selaku Ketua Pelaksana—pemimpin tim yang bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan seluruh kegiatan pengabdian—menyatakan program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi pendidikan sains di Boalemo.
Rangkaian program dimulai dengan "Workshop Peningkatan Kapasitas Guru Fisika/IPA/IPAS se-Kabupaten Boalemo" yang digelar di SMKN 1 Boalemo, Tilamuta, pada Selasa (21/10/2025). Acara ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo. Staf Ahli Bupati Boalemo, Fatlina Podungge, S.Pd., S.H., M.Si., dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aswad, SE., M.Pd., hadir secara langsung.
Pihak pemda menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya pemateri dari ITB dan pelatihan gratis berskala nasional ini. Pelatihan ini dinilai sangat strategis karena dapat dimanfaatkan guru untuk meningkatkan angka kredit profesional melalui sertifikat nasional. Pemda Boalemo juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama dengan ITB guna meningkatkan mutu pendidikan sains di daerah.
Dalam workshop ini, tim ITB menyiapkan bahan ajar, modul praktikum Fisika, serta video pembelajaran digital yang dibagikan secara gratis kepada para guru dan sekolah. Tidak berhenti di Tilamuta, tim gabungan ITB dan UNG langsung bergerak menuju lokus puncak kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari, pada Rabu (22/10/2025).
Perjalanan ini bertujuan untuk memberikan dampak langsung kepada siswa melalui hibah alat praktikum Fisika, sosialisasi, dan pendampingan pemanfaatan aplikasi Desanesha ITB. Aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan desa dengan para pakar di ITB, guna menghadirkan solusi inovatif bagi kebutuhan masyarakat lokal.
Sebelum tiba di lokasi, tim melakukan koordinasi dan audiensi dengan aparat setempat. Di kantor Kecamatan Wonosari, tim diterima oleh Kasi Pertanahan, I Nengah Kerta, yang mewakili camat. Pertemuan ini sekaligus menjadi undangan resmi bagi pihak kecamatan untuk hadir dalam kegiatan utama esok hari.
Setibanya di Desa Sari Tani setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, tim disambut oleh Sekretaris Desa, Wahyu Akase, S.H. Rencana teknis untuk kegiatan disepakati bersama. Tim kemudian meninjau langsung lokasi kegiatan di SMA Negeri 3 Wonosari dan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, Asriyanto J. Pakaya, S.Pd., M.Pd., serta guru penghubung, Robih Mannal Arzaq, S.Pd.
Kesuksesan program ini didukung oleh tim kolaboratif yang solid dari kedua universitas. Tim ITB terdiri dari para akademisi Fisika, FMIPA yaitu Dr. Getbogi Hikmawan, S.Si., M.Si., Dr. Galih Restu Fardian Suwandi, Muhammad Rizqie Arbie, Ph.D., Dr. Muhammad Arief Mustajab, Dr. Fitri Aulia Permatasari, serta Dr. Silvia Jannatul Fajar dari Teknik Geofisika, FTTM.
Sementara itu, Tim UNG yang juga berasal dari Fisika, FMIPA terdiri dari Drs. Asri Arbie, M.Si., Dewa Gede Eka Setiawan, M.Sc., Dr. Supartin, M.Pd., Dr. Trisnawaty J. Buhungo M.Pd., Syafril Agustion Tomayahu, M.T., Melki Hasan, S.Pd., serta didampingi oleh lima orang mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) No. 4 – Pendidikan Berkualitas, sekaligus memperkuat peran ITB dan UNG dalam pemerataan akses pendidikan sains di seluruh pelosok Indonesia.