Penulis:
Tomi Hendrayana
Sekolah Farmasi - ITB
Kolaborasi Sinergi SF ITB dengan Desa Mitra Menghadirkan Layanan Kesehatan dan Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat
Tomi Hendrayana, Defri Rizaldy, Anis Sussieyani, Irianti Bahana Maulida Reyaan, Silma Aulia Rahma, Dhea Kusuma Dewi, Elmira Syifa Firliany Zahra, Isnadia Putri
Upaya kolaborasi yang sinergi antara civitas akademika Sekolah Farmasi ITB dengan desa mitra dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan peningkatan perekonomian di wilayah pedesaan kembali menjadi fokus kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cikujang, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama 1 tahun anggaran dari bulan Oktober 2025 hingga Juni 2026. Kegiatan mencakup pelayanan kesehatan, penyuluhan pencegahan stunting, pelayanan sembako murah, pelatihan kewirausahaan serta inisiasi upaya peningkatan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Desa Cikujang, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang (koordinat -6.679083981146367, 107.62090694194772) memiliki luas sekitar 7,49 km2, dihuni oleh 4.047 jiwa penduduk yang tersebar dalam 6 dusun yaitu cikujang, babakan - pasirkulon, sangkali, arjasari, cilembu - pasirbatang dan sempur. Rata-rata pekerjaan dari penduduk adalah bertani dan bercocok tanam secara konvensional, oleh karenanya sektor pertanian menjadi sektor unggulan. Beberapa tanaman hasil budidaya yang banyak sekali ditemukan di desa ini misalnya talas – singkong dan pisang.
Umumnya masyarakat menanam tanaman ini secara sengaja untuk budidaya maupun sebagai tanaman penyela memanfaatkan lahan kosong. Hasil utama biasanya dijual dalam bentuk mentah segera setelah dipanen dan dijual kepada pengepul yang biasa datang langsung ke kebun. Tetapi sayangnya harga jual yang tidak menentu, bahkan pada saat panen raya, harga untuk hasil panen komoditas ini sangat rendah dan cenderung tidak dapat menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh petani dalam merawatnya. Karena tidak menentunya kuantitas hasil panen serta harga dari hasil panen mentah, menyebabkan petani tidak serius menanam komoditi ini dan bahkan beberapa petani membiarkannya hingga umur tanaman melebihi dari seharusnya yang menyebabkan tidak dapat dimanfaatkan. Beberapa petani sudah melakukan pengolahan hasil panen, tetapi cenderung untuk dimanfaatkan sendiri karena bertepatan dengan event tertentu seperti hajatan ataupun perayaan hari besar (idul fitri, dll.). Kondisi ini tentu kurang bernilai besar, karena sebenarnya hasil panen ini justru dapat memberikan nilai tambah penghasilan apabila dilakukan pengolahan pasca panen dan melakukan diversifikasi produk olahan dengan baik dan dengan memperhatikan selera pasar / trend di masyarakat.
Data profil fasilitas dan tenaga kesehatan, di desa Cikujang belum tersedia praktek dokter ataupun puskesmas, tetapi telah tersedia 4 praktek bidan, dan 8 unit posyandu aktif. Padahal sesuai survei pada bulan September 2024, diketahui tercatat 20 ibu hamil dan 261 balita. Tentu saja kondisi-kondisi ini memerlukan bantuan dari pihak eksternal untuk mencegah terjadinya kasus stunting serta menjaga ketahanan pangan.
ITB, sebagai institusi pendidikan yang berjarak lebih kurang 50 km dari desa ini atau sekitar 1-1,5 jam perjalanan menggunakan mobil, merasa terpanggil untuk ikut membantu menerjunkan para dosennya sesuai dengan kepakaran melakukan kolaborasi bersinergi dengan aparat dan masyarakat desa untuk kepentingan bersama. Salah satunya dengan mengirimkan tim PKM Desa Binaan berisi dosen dan mahasiswa, yang dananya bersumber dari DPMK ITB – PT LAPI ITB. Tim ini melakukan berbagai macam kegiatan dengan fokus terhadap peningkatan derajat kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan bahaya stunting, pemberian bantuan sembako murah serta upaya peningkatan level perekonomian berupa bimbingan teknis cara menembus pasar digital serta upaya pilot project merintis usaha pengolahan keripik talas – singkong. Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara berbagai pihak seperti Direktorat Kemahasiswaan ITB, Klinik Pratama ITB, apoteker dari Sekolah Farmasi ITB, mahasiswa ITB, serta dukungan pemerintah Desa Cikujang. Terselenggara dari mulai bulan Oktober 2025 hingga Juli 2026.
Pelayanan Kesehatan: Tingkatkan Akses Layanan Dasar Warga
Kegiatan dimulai dengan pemberian layanan pemeriksaan kesehatan gratis pada hari Sabtu, 15 November 2025. Tim PKM Desa Binaan bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari UPT Yankes ITB memberikan layanan pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 150 masyarakat desa Cikujang, pada Sabtu 15 November 2025. Masyarakat sangat antusias dengan pelayanan kesehatan ini, terbukti sebelum kegiatan dimulai pada jam yang direncanakan, tetapi masyarakat sudah berdatangan dan berkumpul di Kantor Desa.
Kegiatan layanan kesehatan ini dilaksanakan di aula balai desa Cikujang. Masyarakat dibagi menjadi 4 termin kedatangan dan setiap kedatangan berjumlah sekitar 40 orang untuk durasi layanan sekitar 1 jam per termin. Dengan menurunkan 2 orang dokter umum, 3 orang perawat, 6 orang apoteker untuk menyiapkan obat dan pemberian informasi obat / konseling, serta dibantu oleh 10 orang mahasiswa yang melakukan pengukuran kolesterol, gula darah serta asam urat.
Layanan kesehatan dimulai dengan bagian registrasi. Karena keterbatasan fasilitas dan sumber daya, pada layanan kesehatan ini hanya melayani masyarakat yang ditunjuk dan diprioritaskan mendapat layanan kesehatan ini oleh aparat desa. Aparat desa melalui kader desa telah membagikan sekitar 150 kupon undangan, dipilah dari sekitar 4.000an jiwa. Setelah lolos registrasi, masyarakat diarahkan ke bagian wawancara dengan perawat untuk anamnesa identifikasi keluhan dan pengukuran tanda penting (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, berat dan tinggi badan). Segera setelah beres dari meja anamnesa, masyarakat diarahkan ke meja pengecekan kolesterol, gula darah serta asam urat. Banyak dari masyarakat desa yang ternyata relatif takut dengan jarum untuk pengambilan darah walaupun sebenarnya alatnya seperti ballpoint serta proses dilakukan cepat. Dari hasil skrining ini diketahui banyak juga masyarakat yang menderita penyakit degeneratif seperti asam urat, hipertensi, dislipidemia. Selanjutnya masyarakat diperiksa oleh dokter dan di bagian akhir masyarakat bertemu dengan apoteker untuk pengambilan obat disertai dengan informasi penting untuk memastikan penggunaan obat yang baik dan benar.
Umumnya masyarakat yang datang menerima layanan kesehatan adalah para lansia dengan keluhan rata-rata seperti pusing, pegal-pegal, gatal, sulit bernapas, sukar berjalan, sakit di sekitar sendi, dll. Salah satu masyarakat, Ibu Ai Tati (52 thn, penduduk pasirbatang) mengeluh sakit di lambung. Beliau mengaku sangat senang dengan kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin, serta membentuk basis data kesehatan desa yang dapat digunakan untuk pemantauan berkelanjutan oleh perangkat desa maupun puskesmas.
Penyuluhan Pencegahan Stunting: Edukasi Remaja, Kader, dan Warga Desa
Bersamaan dengan pemberian layanan kesehatan, pada siang harinya dilanjutkan dengan kegiatan edukasi dengan topik penyuluhan stunting yang melibatkan remaja, kader posyandu, calon pasangan suami-istri, serta perangkat Desa Cikujang. Melalui materi yang disampaikan secara komprehensif oleh Dr. apt. Tomi Hendrayana, M.Si, peserta diajak memahami definisi stunting, faktor risiko, dampak jangka panjang, hingga cara mengidentifikasi tanda-tanda awal pertumbuhan tidak optimal.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran gizi seimbang serta praktik hidup sehat yang mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan komitmen peserta untuk berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing baik sebagai kader, remaja, maupun pejabat desa. Interaksi dengan peserta diperkuat melalui kuis interaktif yang edukatif, sehingga materi dapat tersampaikan secara menarik dan mudah dipahami.
Salah satu kader Desa Cikujang berseloroh: “eta meuni bodor si bapakna ngajelaskeun materi secara jentre plus aduh meuni reusep aya kuis plus hadiah janten langkung sumangat (itu bapak menjelaskan materi dengan lucu dan asik, serta terdapat kuis dan hadiah yang membuat audien semakin semangat mendengarkan materi – red.).
Program Sembako Murah: Ringankan Beban Ekonomi Warga
Sebagai penutup di hari tersebut, pada sore harinya, dilakukan pelayanan sembako murah yang diselenggarakan bersama Bulog Kabupaten Subang. Melalui program ini, warga dapat memperoleh bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat, terutama keluarga prasejahtera untuk memenuhi kebutuhan pangan harian dengan biaya yang lebih ringan. Selain itu, program ini memperkuat peran pemerintah desa dalam memastikan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat. Ibu Isah (50 thn) serta pak Jajang (63 tahun), pendudukan kampung babakan, mengisahkan bahwa mereka sangat senang dengan adanya layanan kesehatan gratis, edukasi kesehatan serta sembako murah ini, merasa terbantu dengan kegiatan ini dan untuk itu berterima kasih kepada semua pihak dan berharap ke depan kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin.
Pendampingan Pengolahan Keripik Talas dan Singkong: Upaya Diversifikasi Produk Hasil Tani untuk Peningkatan Nilai Jual
Minggu pagi, 15 Feb 2026, di desa Cikujang, kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang terasa berbeda dari biasanya, karena pagi ini beberapa dosen ITB yang tergabung dalam tim PKM Desa Binaan yang diketuai oleh Dr. apt. Tomi Hendrayana, M.Si., datang meninjau langsung ke lokasi untuk melakukan munggahan. Namun munggahan kali ini bukan hanya sekedar tradisi makan bersama alias botram dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan, tetapi ada yang berbeda yaitu juga bertepatan dengan penyerahan secara simbolik beberapa bantuan peralatan serta launching produk hasil olahan dari talas dan singkong.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu edukasi dan bimbingan teknis tentang tips & trick menembus pasar digital yang diberikan oleh salah satu pakar dari Fakultas Industri ITB pada 9 November 2025, Tim PKM Desa Binaan kemudian melakukan pilot project dengan melakukan pendampingan terhadap salah satu petani. Kegiatan ini dimulai dari pengadaan dan pemilihan bibit, menanaman, proses panen, pengolahan hasil panen serta pengemasan.
Pada hari Minggu ini, 15 Februari 2026, dilakukan penyerahan simbolik beberapa peralatan yang digunakan untuk pengolahan dan pembuatan keripik talas – singkong sekaligus launching produk awal. Dari hasil coba-coba ditemukan beberapa formula yang relatif memberikan rasa terbaik. Produk keripik talas – singkong diberi nama kekinian yaitu CHIPSHUY dan varian rasa memperhatikan trend yang digemari anak2 gen z saat ini yaitu original (asin – gurih), barbeque, jagung bakar, balado dan keju asin.
Mang Endi dan Bi Ikoh, mitra Tim PKM Desa Binaan, pendudukan kampung babakan, merasa senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini dan berharap kegiatan dapat ditingkatkan terutama dari segi pemasaran. Menurut mereka bila hanya produksi dan pembuatan keripik, sepertinya sudah dapat dilakukan mandiri tetapi untuk pemasaran hasil produksi sepertinya masih perlu bantuan dari pihak ITB.
Ke depan Tim berupaya membantu membuat program lanjutan untuk membantu pendampingan mendapatkan surat legalitas berusaha seperti NIB, PIRT serta sertifikasi halal sehingga diharapkan produk hasil olahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal ini dapat menembus pasar lebih luas.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Warga Desa
Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Cikujang ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kesehatan, pengetahuan, dan stabilitas ekonomi masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan Bulog menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Ibu lurah, Rodiah, S.P, sebagai kepala desa mewakili masyarakat desa Cikujang, Kec Serangpanjang, Kab Subang mengucapkan terima kasih, karena tidak semua desa mendapat kesempatan ini untuk bisa berkolaborasi dengan institusi pendidikan. Program PKM saat ini hanya menjangkau sebagian masyarakat, sehingga mudah2an ke depan bisa berkelanjutan. Dengan berbagai kegiatan yang menjangkau UMKM, layanan kesehatan gratis, edukasi pendidikan sudah sangat baik dan menyentuh lapisan masyarakat di desa cikujang. Semoga dengan kegiatan ini selain bermanfaat bagi masyarakat juga bagi institusi. Ke depan semoga desa Cikujang masih diberi kesempatan untuk kolaborasi dan menjadi mitra bagi berbagai kegiatan PKM / Penelitian dari ITB atau universitas lainnya
Pendampingan
Kegiatan pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap budidaya hingga pengolahan produk akhir. Pendampingan mencakup pemilihan bibit tanaman yang sesuai, penentuan jenis dan teknik aplikasi pupuk, pemantauan masa tanam hingga proses panen pada umur tanaman yang optimal, serta penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas bahan baku. Selanjutnya, dilakukan pendampingan dalam proses pengolahan menjadi produk keripik, termasuk pemilihan minyak goreng dan bumbu yang tepat guna menghasilkan keripik dengan tekstur renyah, cita rasa yang baik, dan daya simpan yang lebih lama. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan terkait teknik produksi dan pengemasan produk agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
Seluruh rangkaian pendampingan tersebut disusun berdasarkan hasil studi literatur yang komprehensif dan dipadukan dengan pengalaman praktis para petani setempat. Studi literatur dilakukan dengan menelaah berbagai sumber, termasuk artikel ilmiah, referensi teknis, serta praktik terbaik yang diterapkan oleh pelaku usaha keripik yang telah berhasil mengembangkan produknya. Temuan dari literatur tersebut kemudian divalidasi dan disempurnakan melalui wawancara, diskusi, serta berbagi pengalaman dengan para petani di sekitar lokasi kegiatan. Dengan pendekatan yang menggabungkan pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal, metode yang diterapkan menjadi lebih relevan, mudah diimplementasikan, dan sesuai dengan kondisi lapangan sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh upaya berkelanjutan dalam mendukung pemerataan layanan dasar kesehatan, pencegahan stunting sejak dini, dan penguatan ketahanan pangan lokal.