Mahasiswa KKN-D ITB Dorong Kewirausahaan di Desa Parungbanteng Tahun 2024

SOLO, Esposin – Kuliah Kerja Nyata (KKN) umumnya berfokus pada pembangunan infrastruktur seperti jembatan, penerangan jalan, atau revitalisasi fasilitas umum. Namun, mahasiswa KKN-D Tematik Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan pendekatan berbeda dengan menitikberatkan pada aspek bisnis dan kewirausahaan bagi masyarakat setempat.

Ketua Kelompok 1A KKN-D ITB, Yosephine, menjelaskan bahwa kelompoknya mengusung tema bisnis dalam kegiatan KKN yang berlangsung di Desa Parungbanteng, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Desa ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti gula aren, beras, jagung, kopi, serta ikan dari Waduk Jatiluhur di Dusun 3.

“Produksi gula aren menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak warga desa, mulai dari petani nira, produsen gula, hingga bandar. Sayangnya, sebagian besar gula aren dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah,” ungkap Yosephine.

Melihat potensi ini, mahasiswa KKN-D ITB ingin mendorong warga untuk mengolah komoditas mentah menjadi produk bernilai jual tinggi. Tujuan ini sejalan dengan misi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tantangan dan Solusi

Dalam upayanya, kelompok mahasiswa menghadapi tantangan infrastruktur yang kurang memadai, termasuk kondisi jalan yang menyulitkan distribusi produk serta keterbatasan jaringan komunikasi. Kendala ini menghambat pemasaran dan distribusi produk dalam waktu singkat selama pelaksanaan KKN.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, mereka mengadakan dua sesi sosialisasi di tiga kampung yang dihadiri lebih dari 300 warga. Sosialisasi pertama membahas langkah awal membangun usaha, sementara sesi kedua di Kampung Wangun Tonggoh berfokus pada rantai pasok dan pemasaran. Dalam acara ini, warga juga berkesempatan mencicipi produk olahan gula aren.

Selain sosialisasi, mahasiswa mendukung pengembangan usaha dengan membantu produksi dan pemasaran roti bakar serta selai sarikaya dalam perayaan Hari Kemerdekaan di balai desa. Sebanyak 70 roti bakar dan lebih dari 10 toples selai terjual, sebagai tahap awal pemasaran produk lokal.

Modul Bisnis dan Pendampingan Usaha

Mahasiswa KKN-D ITB juga menyusun modul berjudul Potensi Usaha Pengolahan Gula Aren Menjadi Selai Sarikaya, yang memberikan panduan komprehensif dari produksi hingga distribusi ke konsumen. Modul ini dirancang dengan bahasa sederhana agar lebih mudah dipahami oleh warga.

Sebagai bentuk pendampingan nyata, salah satu warga dibimbing untuk mulai berjualan selai sarikaya di acara penutupan KKN. Hasil penjualan sepenuhnya diberikan kepada warga sebagai modal awal pengembangan usaha mereka. Selain itu, mereka juga menjalin kerja sama dengan warung-warung di Kota Purwakarta untuk memperluas pasar selai sarikaya.

Kolaborasi antara Kelompok 1A dan 1B KKN-D ITB juga memperkenalkan olahan lain dari gula aren, seperti sirup dan selai sarikaya, melalui demonstrasi pembuatan yang mendapat tanggapan positif dari warga.

Dengan bimbingan dari Kepala Program Studi Kewirausahaan SBM ITB, Sonny Rustiadi, mahasiswa berhasil menerapkan berbagai inisiatif yang telah direncanakan. “Satu percikan kecil dapat menjadi katalis perubahan,” ujar Sonny, menegaskan filosofi program KKN ini.

Sumber: news.espos.id

SDGs : #SDG8 #SDG1 #SDG9 #SDG4 #SDG12 #SDG17

155

views

17 February 2025