Program "Pengabdian Masyarakat Top Down Cisarua 2026" kembali digelar sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pemulihan pasca-bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat. Mengusung tema “Pendidikan Aplikatif Penunjang Pembelajaran dan Pemulihan Ekonomi untuk Siswa Sekolah dan Pemuda Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat”, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi solid dari berbagai pihak. Diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 13-14 Juni 2026, di Aula Desa Pasirlangu, acara ini melibatkan Tim Kesehatan, Pendidikan, dan Psikososial DPMK ITB, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, M.Si. (Dosen Kelompok Keilmuan Farmakomia, SF ITB), Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si. (Dosen Kelompok Keilmuan Kimia Analitik, FMIPA ITB), Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn. (Dosen Kelompok Keilmuan Estetika dan Ilmu-ilmu Seni, FSRD ITB), tim mahasiswa bidang pendidikan, Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB, tim Satgas Bencana HMK ‘AMISCA’ ITB, UPT Layanan Kesehatan ITB, Puskesmas setempat, serta 25 anggota Karang Taruna Desa Pasirlangu yang terdampak bencana longsor awal 2026.
Sains Aplikatif untuk Kemandirian Desa Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah pelatihan sains aplikatif yang dipandu oleh Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si. bersama tim mahasiswa. Pemuda Karang Taruna diajak mempraktikkan langsung pembuatan sabun cair dengan memanfaatkan Sodium Lauril Eter Sulfat (SLES) yang ramah lingkungan dan aman bagi kulit, lengkap dengan pengujian pH standar (4-10) serta teknik pengemasan yang menarik. Tidak hanya itu, mengingat mayoritas warga desa bermata pencaharian di sektor perkebunan, tim juga memberikan inovasi pembuatan pestisida nabati (biopestisida) dari bahan alami seperti ekstrak kulit bawang, daun tomat, dan cabai. Inovasi ini tidak hanya menekan biaya pertanian, tetapi juga berfungsi ganda sebagai pupuk organik cair yang menyuburkan tanah pasca-longsor.
Mengakselerasi Ekonomi Lewat Digital Marketing Komersialisasi produk menjadi kunci pemulihan ekonomi warga. Oleh karena itu, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai digital marketing. Karang Taruna didorong untuk menjadi motor penggerak dalam memetakan komoditas unggulan desa, seperti paprika dan aneka bunga potong, untuk dipasarkan melalui katalog produk berbasis website maupun marketplace. Pelatihan ini mencakup cara membuat deskripsi produk yang memikat, teknik pengemasan, hingga strategi melacak perilaku konsumen di era digital.
Menyembuhkan Luka Batin Lewat Art and Photo Therapy Pemulihan infrastruktur dan ekonomi tentu harus diimbangi dengan pemulihan mental. Sesi psikososial yang dipimpin oleh Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn. membawa pendekatan photo therapy dan art as therapy untuk membantu remaja desa melepaskan trauma. Diiringi alunan lagu "Runtuh" dari Fiersa Besari, peserta diajak memvalidasi emosi mereka melalui media foto—sebuah proses katarsis yang membuat banyak peserta terharu dan berhasil merilis emosi negatif. Kegiatan dilanjutkan dengan melukis panorama laut bagi remaja putra dan membuat boneka beruang serta bros dari kain selimut bagi remaja putri. Keberhasilan menciptakan karya seni ini terbukti menumbuhkan kembali rasa percaya diri, ketenangan, dan optimisme untuk bangkit.
Layanan Kesehatan dan Antusiasme Warga Bersamaan dengan rangkaian pelatihan tersebut, UPT Layanan Kesehatan ITB bersama Puskesmas setempat juga membuka layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Pasirlangu di area aula desa.
Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa. Ketua Karang Taruna Desa Pasirlangu, Mas Tatan, menyampaikan apresiasi mendalam karena program ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi yang sempat terputus pasca-bencana, tetapi juga membuka wawasan baru terkait pemanfaatan potensi lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan Karang Taruna Desa Pasirlangu semakin berdaya dan mandiri dalam mengawal pemulihan ekonomi desanya.