Menguak Jejak Longsoran Raksasa Gunung Raung Purba: ITB dan UNEJ Dorong Jember "Kota Seribu Gumuk" Menjadi Ikon Wisata Edukasi Dunia

Kabupaten Jember menyimpan harta karun geologi yang langka, yakni hamparan ribuan bukit kecil atau "gumuk" yang merupakan sisa dahsyatnya longsoran Gunung Raung Purba. Menyadari potensi besar yang belum tergarap maksimal ini, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) turun tangan menggelar diskusi strategis dan eksplorasi lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025 ini diketuai langsung oleh Prof. Ir. Mohamad Nur Heriawan, S.T., M.T., Ph.D. Kolaborasi ini menggandeng Universitas Jember (UNEJ) sebagai mitra akademik, disambut hangat oleh Dr. Ir. Salahuddin Junus, S.T., M.T. (Wakil Dekan I FT UNEJ) yang membuka acara, serta dipandu oleh Ir. Januar Fery Irawan, S.T., M.Eng. (Ketua Prodi Teknik Pertambangan UNEJ). Fokus utama tim yang dipimpin Prof. Nur Heriawan ini adalah mengintegrasikan warisan geologi Jember ke dalam kurikulum pendidikan serta memetakan potensi geo-eduwisata.

Mengapa Gumuk Jember Istimewa? Data menunjukkan bahwa gumuk di Jember terbentuk dari longsoran vulkanik dengan volume mencapai 25 km³, menjadikannya endapan longsoran vulkanik terbesar ke-4 di dunia. Fenomena ini bukan sekadar onggokan tanah, melainkan laboratorium alam raksasa. Dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh 50 guru Geografi dan perwakilan BAPPEDA, para ahli seperti Dr. Firman Sauqi, S.T., M.T. (penggiat Geowisata) dan Ir. Haerrudin, S.Si., M.T. (Dosen UNEJ) memaparkan urgensi konservasi di tengah tantangan aktivitas pertambangan.

Dari Ruang Kelas ke Lapangan Acara tidak hanya berhenti di meja diskusi. Peserta diajak melakukan field trip ke gumuk di belakang kampus UNEJ untuk melihat langsung morfologi dan struktur batuan vulkanik. Antusiasme para guru memuncak saat menyadari bahwa materi ajar geografi yang selama ini abstrak, ternyata ada di halaman belakang sekolah mereka.

Rencana Tindak Lanjut Hasil kolaborasi ini melahirkan rekomendasi konkret:

  1. Penyusunan rute wisata edukasi gumuk untuk pelajar.

  2. Dorongan kepada Dinas Pendidikan Jember untuk memasukkan materi gumuk sebagai muatan lokal.

  3. Upaya konservasi gumuk sebagai situs warisan geologi (geo-heritage).

Referensi :

https://radarjember.jawapos.com/pendidikan/796883796/fttm-itb-dan-unej-gali-potensi-kota-seribu-gumuk-untuk-dorong-warisan-geologi-jember-masuk-kurikulum-dan-wisata-edukasi#google_vignette

SDGs : #SDG4 #SDG11

468

views

29 December 2025