Menyulap Lahan Tumpukan Sampah Menjadi Pundi Rupiah di Sadang Serang

Peluncuran Bank Sampah di RW 20 Kelurahan Sadang Serang merupakan inisiatif nyata dalam upaya terpadu penanggulangan permasalahan limbah di Kota Bandung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir. Yogi, M.S., dan diselenggarakan melalui kolaborasi sinergis antara Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Institut Teknologi Bandung (ITB), Kelurahan Sadang Serang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, serta Komunitas Peduli Lingkungan (KMP) Saung Egang. Peluncuran fasilitas ini juga ditandai dengan penyerahan drop point dan bantuan alat-alat kebersihan sebagai sarana penunjang tata kelola sampah di lingkungan warga.

Program ini lahir sebagai tindak lanjut atas kunjungan dan permohonan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar institusi pendidikan tinggi turut serta dalam memecahkan krisis penumpukan sampah di wilayah Bandung raya. Pemilihan Kelurahan Sadang Serang yang berada di Kecamatan Cibeunying dilakukan karena lokasinya yang strategis sebagai wilayah penyangga di sekitar kampus ITB, sehingga mempermudah proses pemantauan dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, inisiatif ini tidak berhenti pada sekadar peresmian fasilitas fisik. Fokus utama dari kegiatan ini adalah perubahan perilaku (behavioral change) masyarakat setempat. Sebelumnya, sampah rumah tangga hanya ditumpuk tanpa pemrosesan. Kini, melalui berbagai penyuluhan intensif, masyarakat mulai teredukasi untuk memilah sampah organik dan non-organik secara mandiri sejak dari rumah.

Penyerahan bantuan sarana fisik seperti drop point dan alat kebersihan memainkan peran krusial dalam mempercepat adaptasi kebiasaan baru ini. Fasilitas tersebut memastikan warga memiliki titik kumpul yang memadai, bersih, dan terorganisir dengan baik untuk menyetorkan sampah yang telah mereka pilah. Hal ini secara bertahap menghapus stigma bahwa area pengelolaan sampah selalu identik dengan lingkungan yang kumuh dan bau, sekaligus meningkatkan antusiasme warga untuk terus berpartisipasi.

Lebih dari sekadar menjaga kebersihan lingkungan, Bank Sampah RW 20 mengusung konsep sirkular ekonomi perkotaan. Sampah yang telah dipilah kini memiliki nilai ekonomis yang dapat dikonversi menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar. Ke depannya, program ini akan terus dikembangkan secara berkesinambungan melalui penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memastikan operasional bank sampah berjalan optimal, sekaligus membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas.

Sinergi berkelanjutan antara ITB, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi prototipe pengelolaan limbah berbasis komunitas. Dengan pendampingan yang konsisten dari para pakar dan sivitas akademika, model Bank Sampah Sadang Serang ini ditargetkan mampu direplikasi ke berbagai rukun warga lainnya, menciptakan ekosistem tata kelola lingkungan yang mandiri, terstruktur, dan bernilai guna tinggi di seluruh penjuru kota.

Referensi :

https://jabar.tribunnews.com/advertorial/1177948/dulu-dipenuhi-tumpukan-sampah-kini-kmp-saung-egang-sulap-lahan-menjadi-bank-sampah

SDGs : #SDG11 #SDG12 #SDG17

62

views

10 July 2026