Penulis:
Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn
Dosen Kelompok Keilmuan Estetika dan Ilmu-ilmu seni, FSRD ITB
Sehubungan dengan rangkaian kegiatan lanjutan tim kesehatan, pendidikan dan psikososial DPMK ITB pasca bencana longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat mengdakan pelatihan, pendampingan pemulihan ekonomi dan psikososial untuk Karang Taruna Desa Pasirlangu pada hari sabtu, 13 Juni 2026 di kawasan Aula Desa Pasirlangu. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian tim bertema Pendidikan dan psikosial dengan judul Pendidikan Aplikatif Penunjang Pembelajaran dan Pemulihan Ekonomi untuk Siswa Sekolah dan Pemuda Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Kegiatan ini dihadiri 25 karang taruna desa yang terdampak bencana longsor Cisarua awal tahun 2026. Materi kegiatan ini terkait pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair, biopestisida serta pengenalan digital marketing yang dibawakan oleh Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si. (Dosen Kelompok Keilmuan Kimia Analitik program studi kimia FMIPA ITB) dan tim mahasiswa dalam bidang pendidikan. Selain itu, dalam bidang psikososial diberikan oleh Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn. (Dosen Kelompok Keilmuan Estetika dan Ilmu-ilmu seni, FSRD ITB) terkait metode photo therapy dan art as therapy
Kegiatan Pembuatan Sabun cair, biopestisida dan pengenalan digital marketing
Sabun merupakan salah satu produk sederhana berbasis sains berdasarkan. Kombinasi dari daya pengemulsi dan kerja permukaan dari larutan sabun memungkinkan untuk melepas kotoran, lemak, dan partikel minyak dari permukaan yang sedang dibersihkan, serta mengemulsikannya, sehingga kotoran itu tercuci bersama air. Terdapat dua bentuk sabun, yaitu padat dan cair. Akan tetapi, saat ini sabun cair lebih banyak diproduksi dengan alasan penggunaan yang lebih praktis (Lubis, A.W., dan Maulina, 2020).
Menurut Wasitaatmadja (1997), sabun akan mengakibatkan iritasi pada kulit jika sabun tersebut memiliki nilai pH yang sangat rendah atau sangat tinggi. Menurut SNI 2588:2017, sabun cuci tangan cair yang dikatakan baik adalah sabun yang memiliki nilai pH sebesar 4-10. Nantinya, sabun akan ditambahkan dengan pewangi dan pewarna tertentu untuk terlihat lebih menarik. Pembuatan sabun cair ini memerlukan bahan dan cara kerja yang sederhana, sehingga diharapkan mampu diaplikasikan oleh setiap masyarakat. Pelatihan kali ini juga dilakukan pengujian pH sabun yang dibuat dan dilakukan packaging sesuai kemasan yang akan dibuat.
Pada pembuatan sabun kali ini, surfaktan yang digunakan adalah Sodium Lauril Eter Sulfat (SLES) dengan nama dagang texapon Texapon merupakan salah satu jenis surfaktan anionik yang sering digunakan dalam bahan untuk kebersihan, termasuk dalam pembuatan sabun cuci tangan. Texapon dipilih sebagai bahan utama karena merupakan turunan dari minyak kelapa yang memiliki beberapa kelebihan penting. Pertama, texapon merupakan bahan yang ramah lingkungan, sehingga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan. Kedua, texapon aman bagi tubuh, sehingga tidak menimbulkan bahaya pada penggunanya. Ketiga, meskipun daya bersihnya tidak sekuat surfaktan berbahan ABS dan LAS, tetapi texapon tetap memiliki kemampuan membersihkan yang baik. (Mardiah et al., 2021).
Texapon digunakan sebagai bahan aktif yang berperan sebagai surfaktan anionik untuk menghasilkan busa dalam pembuatan sabun. Texapon memiliki kemampuan dalam menimbulkan busa yang melimpah yang merupakan karakteristik penting dari sabun cuci tangan. Texapon memiliki sifat fisik berupa bubuk putih dan merupakan salah satu surfaktan yang memiliki produksi terbesar karena biaya yang relatif rendah (Siahaan, 2011). Proses pembuatan texapon melibatkan reaksi lauril alkohol dengan hidrolisis lemak yang merupakan langkah penting dalam produksi surfaktan ini. Berikut gambaran reaksi yang terjadi pada proses pembuatan texapon (Hart, 1991).
Penambahan NaCl pada proses pembuatan sabun bertujuan sebagai bahan pengental untuk memisahkan produk sabun dengan gliserin, yang merupakan kunci utama dalam pembuatan sabun (Azumari, 2017). Gliserin tidak mengalami pengendapan dengan air garam namun sabun akan mengendap. Garam NaCl berperan sebagai pembentuk inti pada proses pemadatan yang dapat memengaruhi viskositas larutan sehingga terjadi perubahan jenis koloid, serta dapat meningkatkan kekuatan ionik dalam sediaan sabun.
Dalam proses ini, diperlukan air sebagai pelarut yang berinteraksi dengan sisi polar dari asam lemak sehingga dapat mempengaruhi kelarutan sabun di dalam air. Semakin sedikit kadar air, semakin keras sabunnya, sedangkan semakin banyak kadar air di dalam sabun, semakin lunak sabunnya. Selain itu, kadar air di dalam sabun juga mempengaruhi kualitas dan daya simpan sabun yang dibuat, serta pH dari sabun tersebut.
Kemudian, penambahan propilen glikol berfungsi sebagai humektan, yakni sebagai penjaga kelembaban produk, serta berfungsi sebagai desinfektan, pengawet, plasticizer, pelarut, kosolven dan stabilizer (Damayanti, 2016). Penambahan warna dan parfum bertujuan meningkatkan kualitas produk, menjaga produk tetap harum, meningkatkan kesukaan dan kepuasan konsumen. Selain itu, penambahan lainnya seperti dimeticon yang berfungsi mempertahankan kelembapan produk, mencegah kulit kering dan dapat meningkatkan kilap dalam produk. Vitamin E yang berfungsi
Pembuatan dan penggunaan Pestisida Nabati
Penggunaan pestisida nabati menjadi salah satu alternatif dalam menjaga kesuburan tanaman. Pestisida nabati menggunakan bahan-bahan alami sangat berpotensi dilakukan karena desa pasirlangu yang matapencahariannya banyak dari perkebunan dapat dimanfaatkan dalam menjaga kesuburan tanah dan komoditas produk. Penggunaan pestisida Nabati sangat berpotensi dalam mencegah pertumbuhan hama pada tanaman seperti penghambat nafsu makan, penolak atau penarik tempat hinggap dan mencegah peletakan telur hama pada tanaman seperti penghambat nafsu makan, penolak atau penarik tempat hinggap dan mencegah peletakan telur hama. Beberapa pestisida alami yang dapat dilakukan adalah dari ekstrak kulit bawang, daun tomat, daun cabai dengan air yang dapat ditambahkan detergen atau bawang putih atau gula dan didiamkan pada waktu tertentu lalu disaring kemudian larutan esktraknya dapat dijadikan larutan pestisida nabati atau ampasnya dapat dijadikan pupuk. Kandungan yang terdapat pada kulit bawang putih dan bawang merah misalnya memiliki tiga manfaat untuk tanaman yaitu sebagai pupuk organik cair, sebagai zat pengatur tumbuh karena memiliki hormon auksin dan giberelin sebagai hormone pertumbuhan, selain itu sebagai pestisida nabati yang mengandung acetogenin yang mengakibatkan terganggunya organ pencernaan hama yang menyerang tanaman. Kegiatan ini cukup memberikan banyak wawasan kepada karang taruna serta banyak berinteraksi terkait manfaat yang bisa diberikan dari hasil perkebunan warga.
Pengenalan Digital Marketing untuk komoditas/produk lokal Desa Pasirlangu
Strategi pemasaran merupakan hal yang penting dalam komersialisasi suatu produk yang dihasilkan. Penggunaan internet dan media sosial yang kini masif dalam berkomunikasi dapat menjadi salah satu faktor dalam memasarkan produk komoditas lokal desa secara digital. Digital marketing suatu promosi jasa atau barang menggunakan media digital secara online/daring. Hal ini dapat meningkatkan komunikasi secara cepat dan mudah dengan konsumen, memperluas pangsa pasar dan melacak prilaku konsumen serta mendukung penjualan produk konvensional. Karang taruna sebagai pemuda yang sebagian besar lahir di era digital, perlu berkontribusi dalam memasarkan kebutuhan didesa. Digital marketing berbasis website saat ini lebih efektif dalam mendata komoditas/produk lokal secara terpadu di desa. Peran Karang taruna sangat penting dalam mendukung pemetaan produk/komoditas lokal di desa dalam menjual berbasis komersialisasi digital. Oleh karena itu, pemahaman marketplace strategi dan evaluasi penjualan perlu ditingkatkan pemahaman dalam meningkatkan kemampuan pemasaran. Dalam pengenalan digital marketing, karang taruna diajarkan bagaimana memasukkan deskripsi produk dan packaging yang menarik agar dapat memikat konsumen. Selain itu, beberapa hal perlu ditampilkan sebagai informasi pendukung produk seperti kontak dan foto produk.
Dalam hal ini karang taruna dapat mengelola secara mandiri pemetaan komoditas dan produk lokal desa pasirlangu, salah satunya adalah produk paprika atau berbagai jenis bunga untuk dapat dikomersialisasikan berbasis website atau marketplace tertentu. Hal ini dapat menunjang perekonomian warga desa di masa pemulihan ekonomi pasca bencana longsor cisarua kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan art as therapy dan photo therapy
Dalam Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pasirlangu, tim psikososial ITB menggunakan metode photo therapy dan art as therapy pada saat berkegiatan dengan Karang Taruna Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan photo therapy dan art as therapy merupakan aktifitas yang diharapkan dapat membantu mengeluarkan emosi dan mengurangi emosi negatif.
Tujuan kegiatan ini untuk membantu para remaja memahami emosi yang dirasakan melalui metode photo therapy dari Point of You Internasional. Proses kegiatan diawali dengan relaksasi emndengarkan lagu Runtuh dari Fiersa Besari. Lagu tersebut mampu membuat peserta mengeluarkan emosi mereka.Dilanjutkan dengan memilih foto-foto. Berdasarkan media foto pilihan mereka, mendorong peserta untuk bercerita atau mengeluarkan perasaan sedih, marah, kecewa, mapun gembira. Beberapa peserta hingga menangis pada sesi tersebut.
Pemahaman emosi tersebut penting, karena dalam tahap art as therapy diharapkan mereka dapat meleburkan atau mengurangi emosi negatif menjadi lebih baik. Kegiatan art as therapy yang dilakukan mencakup membuat lukisan laut untuk remaja putra. Remaja putri membuat boneka beruang dan bros dari selimut. Selimut merupakan medium yang lembut diharapkan dapat membuat mereka lebih nyaman.
Proses melukis laut dengan menempelkan pasir, kerrang, dan melukiskan laut dan langit dengan warna biru dan putih menggiring peserta untuk mencurahkan perasaan mereka, menggiring ke perasaan tenang dan kepuasan telah berhasil membuat sebuah karya. Remaja putri pun merasakan kebahagiaan setelah berhasil membuat boneka dan bros. Keberhasil dalam berkarya mengantarkan pada keyakinan akan kemampuan sendiri maupun aktualisasi diri melalui karya yang berhasil dikerjakan.
Pada akhirnya kegiatan art as therapy dan photo therapy bagi masyarakat terdampak bencana sangat penting untuk mengurangi perasaan duka atau trauma menjadi lebih tenang dan optimis. Produk yang dikerjakan pun dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk menjadi produk yang dpaat dijual (bernilai ekonomis).
Dari hasil feedback kegiatan, karang taruna sangat antusias dan mendapatkan hal yang baru selama kegiatan. Selain itu, kegiatan ini dapat membantu kreatifitas karang taruna desa dalam membantu potensi dan komoditas lokal Desa pasirlangu kecamatan cisarua Kabupaten Bandung Barat selama masa pemulihan ekonomi pasca bencana longsor dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut di lain waktu. Ketua Karang Taruna Desa Pasirlangu, Mas Tatan mengapresiasi kegiatan ini dan menjadi ajang silaturahim antar karang taruna yang sudah lama tidak berkumpul dan memberikan wawasan baru kepada karang taruna dalam pembuatan produk yang memanfaatkan potensi dan komoditas lokal desa. Hal ini sangat baik untu pemuda dalam memberikan awareness potensi desa dalam menunjang pemulihan ekonomi warga desa pasca bencana. Kegiatan ini juga didukung Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB
Bersamaan dengan kegiatan ini dilakukan layanan kesehatan di aula desa pasirlayung kepada warga desa pasirlayung Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat bersama UPT layanan kesehatan ITB dan puskesmas setempat. Kegiatan ini juga didukung Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB dan tim satgas bencana HMK’AMISCA’ITB