Pengelolaan Air Bersih di Kampung Parungbanteng: Solusi Krisis Air Musim Kemarau
Latar Belakang Kampung Parungbanteng terletak di Dusun 3, Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dusun ini terdiri dari empat perkampungan, yaitu Parungbanteng, Cigorowek, Ngantai, dan Cimanggu. Wilayah ini berada di ketinggian sekitar 142 meter di atas permukaan laut (mdpl), dikelilingi oleh perbukitan, sehingga termasuk dalam kategori dataran tinggi.
Mayoritas penduduk Kampung Parungbanteng bermata pencaharian sebagai petani yang menggarap lahan perkebunan dan persawahan, serta ada yang memiliki usaha peternakan. Selain itu, beberapa warga menghasilkan produk lokal seperti gula aren dan madu. Berdasarkan data resmi Desa Parungbanteng (desaparungbanteng.com, 2024), jumlah penduduk Kampung Parungbanteng mencapai 2.871 jiwa, terdiri dari 1.475 laki-laki dan 1.396 perempuan, dengan 942 kepala keluarga.
Permasalahan utama di Kampung Parungbanteng adalah keterbatasan akses air bersih. Warga mayoritas mengandalkan sumur galian yang kualitas airnya bervariasi tergantung pada kondisi tanah. Pada musim kemarau, banyak sumur yang mengering sehingga warga terpaksa menggunakan air sungai. Alternatif lainnya adalah sumber mata air yang letaknya cukup jauh dari permukiman dan memiliki debit yang terbatas.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Kelompok 04 KKN Tematik ITB 2024 menginisiasi program pengelolaan air bersih, mencakup pembuatan sumur bor dengan sistem sibel, pembangunan reservoir untuk menampung air, serta penyuluhan terkait perawatan sistem penyimpanan air. Diharapkan program ini dapat menyediakan cadangan air yang cukup dan mengurangi dampak krisis air bersih saat musim kemarau.
Tema dan Tujuan Kegiatan Kegiatan ini mengusung tema “Pengelolaan Air Bersih”, dengan program berjudul “Pengadaan Sumur Bor dan Sistem Distribusi Air Bersih di Kampung Parungbanteng, Dusun 3, Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.”
Adapun tujuan kegiatan ini meliputi:
Pelaksanaan Program Kelompok 04 KKN Tematik ITB 2024 melaksanakan dua program utama untuk mengatasi permasalahan air bersih serta empat program tambahan untuk meningkatkan interaksi dengan masyarakat.
1. Program Utama
Pembuatan Sumur Bor dan Pemasangan Menara Toren Sumur bor sedalam 28 meter berhasil dibuat dengan sistem pompa sibel yang langsung mendistribusikan air ke rumah warga. Kapasitas toren awal sebesar 4.000 liter dikurangi menjadi 2.500 liter atas saran warga dan keterbatasan ruang. Untuk menjangkau wilayah lebih tinggi, ditambahkan menara air dengan toren 2.000 liter guna memastikan distribusi merata.
Distribusi Air Bersih Awalnya, air hanya akan dialirkan ke Kampung Parungbanteng RT 09 dan RT 10. Namun, atas saran Ketua RT setempat, cakupan distribusi diperluas hingga Kampung Gunung Leutik yang sering mengalami kekeringan parah.
2. Program Tambahan
Penyuluhan Filtrasi Air Bersih Kegiatan ini diselenggarakan bagi siswa-siswi SMP Parungbanteng untuk mengenalkan cara filtrasi air menggunakan alat sederhana. Penyuluhan dilaksanakan pada 19 Agustus 2024 dengan demonstrasi langsung pembuatan alat filtrasi sederhana.
Science Experiment dan Lomba Hari Kemerdekaan Pada 19 Agustus 2024, diadakan berbagai lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI, seperti lomba makan kerupuk, estafet kelereng, balap trenggiling, dan memasukkan paku ke dalam botol. Selain itu, dilakukan demonstrasi eksperimen sains seperti "volcano", "merica kabur", dan "magic ink" guna meningkatkan ketertarikan siswa terhadap ilmu pengetahuan.
Sekolah Agama Kegiatan ini diadakan setelah shalat Ashar di masjid, mencakup doa bersama, pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an, serta pemahaman tajwid. Ditutup dengan menonton kisah teladan Nabi yang dirangkum dalam sesi kuis interaktif.
Peresmian Sumur Bor Peresmian dilakukan pada 24 Agustus 2024 dengan kehadiran warga, Kepala Desa Parungbanteng, Kepala Dusun 3, dan jajaran pemerintahan desa. Acara ini ditandai dengan pemotongan pita, doa bersama, serta pembagian doorprize berupa sembako dan peralatan rumah tangga sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi warga.
Kesimpulan Program KKN Tematik ITB 2024 telah berhasil membantu warga Kampung Parungbanteng dalam mengatasi permasalahan air bersih, khususnya saat musim kemarau. Melalui pembangunan sumur bor, reservoir, serta sistem distribusi yang lebih baik, akses air bersih menjadi lebih stabil dan merata. Selain itu, kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan sumur bor dan pengelolaan air bersih secara berkelanjutan. Dengan keberhasilan ini, diharapkan program serupa dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.