Peran Strategis Institut Teknologi Bandung dalam Kemitraan Pengelolaan Sumber Daya Air di Asia-Pasifik

Peran Strategis Institut Teknologi Bandung dalam Kemitraan Pengelolaan Sumber Daya Air di Asia-Pasifik

Konteks Keterlibatan

Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM ITB) serta Kelompok Riset Teknik Sumber Daya Air, telah menunjukkan peran sentral dalam Studi Kasus ke-2 dalam laporan UNESCO berjudul "Partnership Enhancement  in Water Management in Asia and the Pacific" yang dipublikasikan pada tahun 2025 oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Studi kasus ini berfokus pada proyek pengelolaan air di Desa Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Indonesia. Proyek ini diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok studi berbasis finansial yang bertujuan untuk menyediakan pasokan air bersih di wilayah terpencil melalui pendekatan kemitraan publik-swasta (PPP).

Tujuan Proyek

Proyek ini dirancang dengan tujuan spesifik sebagai berikut:

  1. Penyediaan Air Bersih Berkelanjutan: Memastikan pasokan air bersih secara berkelanjutan di desa perbatasan yang rentan terhadap dampak kekeringan musiman.
  2. Reduksi Ketergantungan: Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air kemasan dan sumur dangkal.
  3. Pendekatan Terintegrasi: Mengintegrasikan aspek lingkungan, teknis, sosial, dan kelembagaan melalui pengembangan embung (waduk kecil) yang memanfaatkan lahan rawa alami.

Kontribusi ITB

ITB memainkan peran multifaset dalam proyek ini, meliputi aspek teknis, kolaboratif, dan pemberdayaan masyarakat.

1. Peran Teknis dan Perencanaan

Tim teknis ITB memimpin seluruh tahapan dari pengukuran lapangan, perencanaan teknis, desain sistem embung, hingga pelatihan masyarakat. Solusi teknis yang dikembangkan mempertimbangkan secara komprehensif kebutuhan air masyarakat, potensi dampak terhadap sistem subdrainase perkebunan kelapa sawit di sekitarnya, kelayakan anggaran, dan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini menunjukkan komitmen ITB terhadap solusi yang holistik dan berkelanjutan.

2. Kemitraan dan Kolaborasi Multidisiplin

ITB berhasil membentuk gugus tugas multidisiplin yang berkolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Kemitraan ini melibatkan sektor swasta (Medco Energy), pemerintah desa dan masyarakat lokal, sekolah kejuruan setempat, serta perusahaan perkebunan di area proyek. Model kolaborasi ini menekankan efektivitas sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

3. Pemberdayaan Masyarakat

Selain sebagai pelaksana teknis, ITB juga berfungsi sebagai agen pemberdayaan. Hal ini terwujud melalui pelibatan aktif masyarakat lokal, termasuk guru sekolah kejuruan dan tokoh masyarakat, dalam peran sebagai operator sistem. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kapasitas lokal dan menjamin keberlanjutan operasional proyek secara mandiri.

4. Kontribusi In-Kind

Seluruh dukungan teknis dari ITB, mencakup desain dan pelatihan, diberikan tanpa biaya sebagai bentuk kontribusi akademik (in-kind contribution) kepada masyarakat. Hal ini menegaskan komitmen institusi dalam pengabdian kepada masyarakat berdasarkan keunggulan ilmiah.

Personel ITB yang Terlibat

Dosen dan peneliti ITB yang disebutkan secara eksplisit dalam laporan sebagai kontributor utama dalam penulisan dan pelaksanaan studi kasus adalah:

  • M.S.B. Kusuma Kelompok Riset Teknik Sumber Daya Air, LPPM ITB
  • B. Sulistianto Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan, LPPM ITB
  • E. Soewono Fakultas MIPA, LPPM ITB
  • A.A. Kuntoro Teknik Sumber Daya Air, LPPM ITB
  • Al Kindi Teknik Sumber Daya Air, LPPM ITB

Keterlibatan ini mencerminkan pendekatan lintas disiplin dari bidang matematika, geologi, teknik air, dan rekayasa sosial, yang esensial untuk penyelesaian tantangan kompleks dalam pengelolaan sumber daya air.

Mitra Lokal

ITB berkolaborasi dengan mitra lokal berikut:

  • B. Hartono – Medco Energy (kontribusi logistik dan sebagian pendanaan)
  • Rusmini – Guru Sekolah Kejuruan di Sei Menggaris (bertindak sebagai operator lokal)

Dampak Keterlibatan ITB

Keterlibatan ITB dalam proyek ini telah menghasilkan dampak signifikan:

  • Pembangunan embung multifungsi yang berfungsi sebagai sumber air cadangan strategis di musim kemarau.
  • Reduksi ketergantungan masyarakat terhadap air kemasan dan sumur dangkal, meningkatkan aksesibilitas air bersih.
  • Terciptanya model kemitraan yang inovatif antara sektor akademik, masyarakat, swasta, dan pemerintah, yang berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Kesimpulan

Keterlibatan Institut Teknologi Bandung dalam studi kasus ini mengukuhkan posisinya sebagai institusi riset terkemuka dan agen perubahan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan interdisipliner yang diterapkan tidak hanya berhasil mengatasi tantangan teknis, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ketahanan sosial dan ekologi di wilayah perbatasan. Peran ini memperkuat posisi ITB sebagai pemimpin dalam riset terapan untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.


Selengkapnya: PARTNERSHIP ENHANCEMENT IN WATER MANAGEMENT IN ASIA AND THE PACIFIC

SDGs : #SDG6 #SDG17 #SDG10 #SDG4 #SDG15 #SDG9 #SDG3

379

views

02 June 2025