Pulang untuk Berdaya: ITB Dampingi Perempuan Purna Migran Membangun Usaha di Nagekeo

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Bottom-Up DPMK ITB Tahun 2026 bertajuk "Pemberdayaan Perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna Melalui Terapan Desain Kemasan dan Teknik Pemasaran Produk VCO (Virgin Coconut Oil) Berbasis Digital" secara resmi dilaksanakan pada 9–16 Agustus 2026 di Desa Mbaenuamuri dan Desa Witurombaua, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Dr. Ir. Kartib Bayu, M.Si. bersama tim dosen lintas keilmuan ITB yang terdiri dari Dr. Deni Nugraha, SE., M.Si., Dr. Sri Hartati, M.Si., Dr. Pringgo Dwiyantoro, S.E., MM., M.Si., RR. Sri Wachyuni, S.Psi., M.Psi., dan Tuntun Salamatun Zen, S.E., Ak., M.Si., CA, serta didukung oleh asisten pelaksana Ari Munawar Sodikin, S.Ds. dan M. Ikbal Tawakal, S.Kom. dari perwakilan SAPPK ITB, SBM ITB, dan FSRD ITB. Pelaksanaan program ini berkolaborasi erat dengan mitra lokal, yaitu Camat Keo Tengah Servasius Ndapa, Kepala Desa Mbaenuamuri Petrus Sambu Juang, serta Ketua Koalisi Insan Peduli Migran Perantau NTT (KIPMP NTT) Irminus Deni.

Kegiatan pengabdian ini membawa warna berbeda di Kecamatan Keo Tengah. Jika umumnya program perguruan tinggi di pedesaan dijalankan oleh mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kali ini para dosen dan pakar ITB turun langsung mendampingi kelompok perempuan purna migran. Langkah ini diapresiasi tinggi oleh Camat Keo Tengah, Servasius Ndapa, yang menilai kehadiran para akademisi ITB sebagai sebuah kehormatan sekaligus suntikan semangat dan harapan baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Secara geografis dan potensi lokal, Desa Mbaenuamuri memiliki kelimpahan komoditas kelapa. Kelompok perempuan purna PMI di desa tersebut telah merintis produksi Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni. Namun, usaha mereka masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kualitas desain kemasan, belum adanya perizinan resmi, manajemen keuangan konvensional, hingga jangkuan pemasaran yang masih relatif terbatas pada ranah lokal dan kerabat dekat.

Menjawab tantangan tersebut, tim ITB hadir membawa pendekatan komprehensif lintas disiplin ilmu. Program pendampingan yang dirancang berjangka panjang (selama 10 bulan) ini tidak hanya sebatas pelatihan instan, melainkan mencakup rangkaian diagnosis masalah, analisis kebutuhan, perancangan teknologi dan model, pelatihan, implementasi, pendampingan, monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut keberlanjutan usaha. Pelatihan yang diberikan meliputi perbaikan sarana dan teknologi produksi, desain kemasan produk yang higienis dan menarik, strategi promosi, teknik pemotretan produk, optimalisasi media sosial dan marketplace, serta fasilitasi pengurusan perizinan usaha PIRT.

Kepala Desa Mbaenuamuri, Petrus Sambu Juang, dan Ketua KIPMP NTT, Irminus Deni, berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menjadikan kelompok perempuan PMI purna sebagai living laboratory atau mitra binaan ITB. Melalui penguatan nilai tambah produk VCO ini, para perempuan purna PMI diharapkan mampu membangun masa depan ekonomi yang sejahtera dan mandiri dari kampung halaman sendiri tanpa perlu lagi bermigrasi ke luar negeri secara berisiko.

Referensi:
- https://lintasflores.com/nasional/camat-keo-tengah-terima-rombongan-dosen-itb-bawa-misi-pemberdayaan-perempuan-pmi-purna/

- https://terranusanews.com/nasional/bukan-mahasiswa-kali-ini-para-dosen-itb-turun-ke-desa-mbaenuamuri-mendapat-hadiah-istimewa-untuk-perempuan-pmi-purn 

SDGs : #SDG1 #SDG5 #SDG8 #SDG10 #SDG17

105

views

27 August 2026