Rontgen Perut Bumi, Tim Ahli ITB Cari Sumber Air Bersih Tersembunyi di Pesisir Barat Lampung

PESISIR BARAT, LAMPUNG — Harapan baru kini hadir bagi warga Desa Pekon Way Redak, Pesisir Barat, Lampung, untuk mendapatkan sumber air bersih yang lebih sehat. Sebuah tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja menyelesaikan misi penting: “merontgen” lapisan bawah tanah desa mereka demi mencari solusi nyata atas persoalan air yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Selama ini, warga kesulitan mendapatkan air bersih karena kondisi air tanah di wilayah mereka beraada pada lingkungan batuan gamping karang (limestone reef) yang tentunya didominasi kalsium. Akibatnya, air sumur mereka mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) dalam kadar yang tinggi. Endapan kapur ini membuat panci dan peralatan rumah tangga cepat berkerak tebal. Akibatnya, konsumsi air berkalsium sangat tinggi dalam jangka panjang meningkatkan risiko penyakit batu ginjal pada masyarakat.

Selain itu, jarak antara sumur warga dengan septik tank yang relatif dekat menimbulkan resiko tambahan, yaitu kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air minum warga.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim ITB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal dan Prof. Dr. Eng. Bagus Endar B. Nurhandoko, bersama sejumlah peneliti dan mahasiswa, menerapkan teknologi canggih tomografi resistivitas bumi. Metode ini bekerja layaknya USG atau rontgen, tetapi untuk bumi. Arus listrik dialirkan ke dalam tanah secara aman, lalu respon tegangan dari bawah permukaan diukur dan di-scan di seluruh permukaan bumi. Dari perbedaan sifat kelistrikan batuan ini, kita dapat memetakan struktur bawah tanah serta pola stratigrafi batu karang gamping secara detail.

“Tujuan kami adalah menemukan reservoir air tanah atau akuifer yang lebih aman dari kandungan kalsium tinggi dan risiko kontaminasi bakteri e-coli, sehingga air yang didapat dari pengeboran lebih bersih, jernih, dan layak untuk dikonsumsi sebagai air baku,” jelas Prof. Mitra.

Dengan peta bawah tanah yang diperoleh, tim dapat merekomendasikan titik-titik pengeboran paling menjanjikan secara ilmiah. “Ini cara cerdas untuk mendapatkan sumber air bersih langsung dari akuifer terbaik yang lebih sehat, dan bisa mengurangi risiko kegagalan pengeboran sumur. Kita bisa menentukan lokasi sumur terbaik berdasarkan data lapangan dan analisis ilmiah, bukan sekadar tebakan,” tambah Prof. Bagus Endar.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan pengeboran sumur di titik yang telah dipilih, dan mendesain kedalaman akuifer yang disekat karena mengandung kasium tinggi, dan akuifer bersih yang sehat yang akan diambil dari citra bawah permukaan Tomografi Resistivitas. Setelah air diperoleh, kualitasnya akan diuji secara menyeluruh sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga. Program ini juga mencakup pelatihan masyarakat setempat agar mampu merawat fasilitas air bersih secara mandiri, sehingga manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang.

Pengabdian masyarakat ITB ini menjadi bukti nyata bagaimana sains dan teknologi terapan dapat menjawab persoalan paling mendasar masyarakat: yaitu mendapatkan air bersih dan hidup sehat. Semoga penduduk desa ini dan generasi kedepannya bisa lebih sehat dan menjadikan generasi yang lebih hebat.

 

#AirBersihUntukSemua #ITBmengabdi #TeknologiUntukNegeri #Lampung #PesisirBarat #SDGs #SDG6 #SDG3 #SDG11 #SDG9 #SDG17

SDGs : #SDG6 #SDG3 #SDG11 #SDG9 #SDG17

1880

views

11 September 2025