Sentuhan Inovasi Sekolah Farmasi ITB di Desa Cikujang: Integrasi Layanan Kesehatan dan Lahirnya "CHIPSHUY"

Sinergi SF ITB di Desa Cikujang: Dari Layanan Kesehatan Hingga Digitalisasi Produk "CHIPSHUY"

SUBANG – Kolaborasi bersinergi antara dunia akademik dan masyarakat pedesaan kembali ditunjukkan oleh Sekolah Farmasi (SF) ITB di Desa Cikujang, Kabupaten Subang. Program Desa Binaan yang diketuai oleh Dr. apt. Tomi Hendrayana, M.Si. ini merupakan komitmen berkelanjutan selama satu tahun (Oktober 2025–Juni 2026) untuk menjawab tantangan kesehatan dan penguatan ekonomi warga.

Keberhasilan program ini merupakan buah kerja keras tim lintas disiplin dan generasi. Selain dukungan penuh dari para pakar seperti Dra. Anis Sussieyani, M.Ds. dan Dr. apt. Defri Rizaldy, M.Si., apresiasi tinggi juga diberikan kepada apt. Silma Aulia Rahma, M.Si. yang turut mengawal jalannya program edukasi.

Peran aktif mahasiswi SF ITB juga menjadi mesin penggerak utama di lapangan. Tim mahasiswi berbakat yang terdiri dari apt. Irianti Bahana Maulida Reyaan, M.Si., Dhea Kusuma Dewi, Elmira Syifa Firliany Zahra, dan Isnadia Putri, hadir langsung mendampingi warga, mulai dari teknis pemeriksaan kesehatan hingga proses branding produk lokal.

Meski dihuni lebih dari 4.000 jiwa, Desa Cikujang belum memiliki praktik dokter atau puskesmas sendiri. Menanggapi kondisi ini, pada 15 November 2025, SF ITB menyulap aula Balai Desa menjadi pusat layanan kesehatan terpadu. Antusiasme warga luar biasa; 150 kupon undangan yang disebar ludes terisi. Dibantu tenaga medis dari UPT Yankes ITB, tim melakukan skrining penyakit degeneratif seperti asam urat dan dislipidemia, serta memberikan konseling obat secara privat agar penggunaan obat di masyarakat tepat sasaran.

Uniknya, penyuluhan pencegahan stunting dikemas dengan cara yang sangat menarik oleh Dr. apt. Tomi Hendrayana, M.Si. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan bodor (lucu), para kader desa dan remaja diajak memahami faktor risiko stunting melalui kuis berhadiah. Selain kesehatan fisik, aspek ketahanan pangan juga diperkuat melalui bazar sembako murah bekerja sama dengan Bulog Subang, yang membantu warga prasejahtera mendapatkan beras dan minyak goreng di bawah harga pasar.

Puncak dari transformasi ekonomi di Desa Cikujang ditandai dengan peluncuran produk CHIPSHUY pada 15 Februari 2026. Berawal dari keluhan petani seperti Mang Endi dan Bi Ikoh mengenai harga talas dan singkong yang anjlok saat panen raya, tim SF ITB melakukan pendampingan dari hulu ke hilir.

Mulai dari pemilihan bibit hingga pengemasan modern dengan varian rasa kekinian seperti Barbeque dan Keju Asin, tim memastikan produk ini memiliki nilai jual tinggi. Kepala Desa Cikujang, Rodiah, S.P., menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah pengurusan legalitas NIB, PIRT, dan sertifikasi Halal agar "CHIPSHUY" bisa bersaing di toko oleh-oleh dan pasar digital secara profesional.

SDGs : #SDG2 #SDG3 #SDG8 #SDG9 #SDG17

361

views

19 March 2026