Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan rapat pembahasan Program Pengelolaan Sampah di lingkungan kampus dan daerah sekitarnya sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan, gagasan, serta potensi kolaborasi lintas keilmuan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Latar belakang kegiatan ini bermula dari undangan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada ITB untuk bersinergi dan bersama-sama menangani permasalahan sampah di Kota Bandung. Dalam hal ini, ITB diharapkan dapat berkontribusi secara optimal melalui penyelesaian masalah dengan pendekatan teknologi dan inovasi persampahan berbasis riset. Langkah strategis ini juga selaras dengan target yang telah ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, yaitu terwujudnya waste to wealth benefits, di mana sistem pengelolaan sampah diarahkan agar tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi berkelanjutan.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan rekam jejak ITB yang terus berupaya menghadirkan solusi bagi masyarakat. Selama lima tahun terakhir, ITB telah sukses menjalankan sebanyak 86 kegiatan Pengabdian Masyarakat yang secara khusus berfokus pada pengelolaan sampah. Dari total tersebut, 61 kegiatan di antaranya diimplementasikan di wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan 26 kegiatan yang secara spesifik difokuskan di kawasan Kota Bandung.
Dalam amanatnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta ITB untuk berfokus pada penanganan sampah di lingkungan kampus serta wilayah Kecamatan Bandung Wetan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah setempat. Target utama program di wilayah Bandung Wetan ini adalah tercapainya konsep zero food waste. Selain itu, ITB juga diminta untuk melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator teknologi guna mendukung implementasi program pengelolaan sampah langsung di tengah masyarakat.
Dalam pembahasan rapat turut disampaikan bahwa timbulan sampah yang berada di TPS Tamansari tidak hanya berasal dari wilayah Bandung Wetan, tetapi juga dari sejumlah kawasan lain di Kota Bandung. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengurangan timbulan sampah dari sumbernya dinilai sangat penting untuk diperkuat, antara lain melalui regulasi dan inovasi pengolahan bahan pangan. Sebagai bagian dari penguatan program ini, pimpinan dan dosen ITB juga telah melakukan kunjungan ke IPST Sabuga, yang merupakan pusat pengolahan sampah Kampus Ganesha sekaligus lokasi uji coba untuk berbagai teknologi persampahan.