KABUPATEN BANDUNG BARAT — Momentum hari pertama Ramadan 1447 H menjadi saksi kolaborasi nyata antara dunia akademik dan filantropi. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama tim Rumah Amal Salman (RAS), meresmikan unit Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Kamis (19/2/2026).
Langkah ini merupakan bagian strategis dari program "Desa Bangkit Cisarua", sebuah inisiatif pemulihan pascabencana yang mengintegrasikan kepakaran dosen, semangat relawan mahasiswa, dan dukungan dana umat melalui Rumah Amal Salman.
Teknologi "Reciprocal Frame": Solusi Cepat Tanggap Darurat
Berbeda dengan tenda pengungsian biasa, Huntara yang diserahkan ini merupakan hasil riset teknologi tepat guna yang dipimpin oleh Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, S.T., M.T. (Ketua Tim Arsitek ITB). Bangunan seluas 6x6 meter ini mengadopsi struktur reciprocal frame—sistem rangka kayu yang saling menopang, ringan, namun sangat kokoh menghadapi guncangan.
"Keunggulan utama teknologi ini adalah kecepatan dan fleksibilitas. Dengan sistem modul rakitan, satu unit rumah layak huni ini dapat berdiri tegak hanya dalam waktu dua hari kerja. Materialnya pun kami desain agar bisa memanfaatkan kayu lokal, sehingga turut menghidupkan ekonomi warga sekitar yang sempat lumpuh," jelas Dr. Andry.
Lebih dari Sekadar Atap
Dalam sambutannya, Prof. Tatacipta menegaskan bahwa bantuan ini adalah bukti bahwa teknologi kampus tidak hanya hidup di laboratorium, tetapi hadir memberi solusi di tengah krisis. "Kolaborasi pentahelix seperti ini—antara ITB, Rumah Amal Salman, alumni, dan warga—adalah model ideal penanganan bencana. Kami memastikan warga tidak hanya mendapat atap untuk berteduh, tapi juga pendampingan psikososial dan akses air bersih yang layak," ujarnya.
Program Desa Bangkit ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Berkat dukungan donatur Rumah Amal Salman, tim gabungan juga telah menyalurkan 110 paket sembako, 35 paket obat-obatan, serta layanan kesehatan keliling yang telah menjangkau lebih dari 250 warga terdampak.
Salah satu warga penerima manfaat, Ayi Kurniawan (43), menyampaikan rasa syukurnya. "Bantuan ini adalah harapan baru bagi kami untuk memulai kembali kehidupan, terutama di bulan suci ini," ungkapnya haru.
Referensi :
https://itb.ac.id/berita/rektor-itb-serahkan-hunian-sementara-untuk-korban-longsor-cisarua/63288