Sinergi ITB -UNTAN, Inovasi Solar Dome Dryer untuk Nelayan Karimunting Kalimantan Barat

Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Di tengah potensi sumber daya kelautan yang melimpah, tantangan klasik terkait metode pengolahan hasil tangkapan ikan tradisional perlahan mulai terurai. Melalui implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Bottom-Up Tahun 2026, sebuah terobosan teknologi tepat guna dan pendampingan ekonomi produktif resmi dihadirkan untuk mendongkrak kesejahteraan warga setempat.

Inisiatif kolaboratif ini dipimpin langsung oleh Dr. Taufikurahman dari Pusat Pemberdayaan Perdesaan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang bersinergi erat dengan H. Afghani Jayuska, M.Si. selaku Ketua Tim dari Universitas Tanjungpura (UNTAN). Program ini juga mendapat dukungan penuh serta pengawalan aktif dari Kepala Desa Karimunting H. Iskandar, S.Pd., Babinsa Serka Sugiyanto, Bhabinkamtibmas Briptu Doni Alfianto, serta partisipasi antusias dari masyarakat Desa Karimunting, khususnya warga di Dusun Sungai Soga.

Menjawab Kompleksitas Tantangan Pesisir di Dusun Sungai Soga

Secara geografis dan sosiologis, sebagian besar masyarakat pesisir di Desa Karimunting mengandalkan sektor perikanan sebagai sumber penghidupan utama. Namun, dalam praktiknya, para nelayan dan pengolah ikan skala mikro kerap dihadapkan pada hambatan teknis yang pelik.

Selama ini, proses pengolahan pascapanen—khususnya pengeringan ikan asin atau produk olahan laut lainnya—sangat bergantung pada metode konvensional terbuka (open-sun drying). Metode ini memiliki kelemahan mendasar:

  1. Ketergantungan Cuaca Ekstrem: Kondisi cuaca pesisir yang tidak menentu dan tingkat kelembapan udara yang tinggi membuat proses pengeringan sering terhambat, bahkan gagal total saat hujan turun secara tiba-tiba.
  2. Penurunan Kualitas Visual dan Higienitas: Penjemuran di ruang terbuka membuat produk ikan rentan terkontaminasi oleh debu jalanan, kotoran, serta dihinggapi lalat, yang berisiko menurunkan mutu estetika, memunculkan bau tidak sedap, dan mengancam keamanan pangan.

Merespons permasalahan struktural tersebut, tim gabungan akademisi ITB dan UNTAN merancang solusi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik alat, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Tim pengabdian ini turut diperkuat oleh para pakar lintas bidang, yakni Dr. Andira Rahmawati, Dr. Dzulianur Mutsla, Nanda Shofiah Ulfa, M.Si., serta Ir. Riadi Budiman, M.T., M.Ag., ASEAN Eng.

Penerapan Teknologi Solar Dome Dryer Panggung Kayu Ulin

Puncak dari rangkaian program inovasi ini ditandai dengan pembangunan fasilitas Solar Dome Dryer Panggung Kayu Ulin di wilayah Dusun Sungai Soga. Bangunan pengering modern ini dirancang secara spesifik dengan mengadaptasi prinsip efek rumah kaca (greenhouse effect) guna memaksimalkan penyerapan panas matahari sekaligus melindungi komoditas di dalamnya dari udara luar yang terlalu lembap.

Pemilihan material konstruksi pun dilakukan secara cermat. Mengingat lokasi pembangunan berada di atas kawasan rawa mangrove yang memiliki tingkat kelembapan tanah tinggi, struktur bangunan dirancang menggunakan fondasi panggung dengan material kayu ulin—kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kokoh, tahan air, dan memiliki umur pakai yang panjang.

Kehadiran teknologi Solar Dome Dryer ini memberikan dampak perubahan yang signifikan bagi proses produksi warga:

  • Pemangkasan Waktu Pengeringan: Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini berhasil dipangkas secara drastis hingga 50% sampai 60%, membuat siklus produksi menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
  • Higienitas Terjamin: Ruang tertutup rapat memastikan produk ikan terbebas dari kontaminasi lalat, serangga, dan debu liar.
  • Ketahanan Terhadap Cuaca: Proses pengeringan tetap dapat berjalan secara stabil dan optimal meskipun kondisi cuaca di luar sedang mendung atau hujan deras.

Penguatan Kapasitas Usaha Melalui Standar GMP dan Legalitas

Inovasi teknis di hulu tidak akan berjalan maksimal tanpa pembenahan tata kelola di hilir. Oleh karena itu, sebelum pengoperasian fasilitas tersebut, tim menyelenggarakan Workshop Hilirisasi Produk Olahan Ikan berbasis Good Manufacturing Practice (GMP).

Dalam sesi pelatihan dan pendampingan ini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dibekali dengan berbagai materi strategis, antara lain:

  • Penerapan Alur Produksi Bersih: Edukasi mengenai standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPB-IRT / GMP) sesuai ketentuan Badan POM guna menjamin produk akhir yang aman dan berkualitas tinggi.
  • Manajemen Keuangan Usaha: Pelatihan praktis mengenai teknik kalkulasi Harga Pokok Penjualan (HPP) agar pelaku usaha dapat menentukan margin keuntungan secara rasional dan kompetitif.
  • Strategi Pemasaran dan Diversifikasi: Panduan dalam mengembangkan variasi kemasan eceran (packaging) yang menarik untuk membidik pasar wisata lokal di Kalimantan Barat.
  • Legalitas Usaha Terpadu: Pendampingan pengurusan dokumen perizinan dasar, mencakup pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin P-IRT berdasarkan regulasi terbaru (PerBPOM No. 4/2024), hingga fasilitasi Sertifikasi Halal dengan skema Self Declare.

Komitmen Bersama Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan

Kepala Desa Karimunting, H. Iskandar, S.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi serta menyambut program ini dengan penuh optimisme. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara dunia pendidikan tinggi, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat ini merupakan katalisator penting dalam memacu kebangkitan ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.

Sinergi pentahelix yang terjalin di Desa Karimunting ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi model percontohan (pilot project) hilirisasi potensi kelautan yang berkelanjutan. Dengan memadukan kearifan lokal, ketepatan teknologi, dan standardisasi industri yang baik, masyarakat pesisir Kabupaten Bengkayang kini memiliki peluang besar untuk naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang tangguh di masa depan.

Referensi :

https://www.inidata.id/tekno/40117478790/saat-ilmu-menyapa-pesisir-karimunting-inovasi-itb-untan-hidupkan-asa-nelayan?page=all

SDGs : #SDG1 #SDG8 #SDG9 #SDG12 #SDG14 #SDG17

52

views

15 September 2026