Tingkatkan Potensi Wisata Pulau Rinca, Tim FSRD ITB Beri Pelatihan Semiotika Fotografi bagi Warga Lokal

PULAU RINCA, NTT – Dalam upaya mengangkat potensi pariwisata lokal melalui narasi visual yang kuat, tim dari Kelompok Keahlian Literasi Budaya Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A. ini bertujuan mengaplikasikan prinsip semiotika ke dalam praktik fotografi untuk memperkaya makna dan daya tarik visual pariwisata daerah.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pasir Panjang, Bapak Nurdin, dan diisi oleh serangkaian materi komprehensif. Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Kuba, seorang tokoh masyarakat sekaligus pelaku pariwisata Pulau Rinca, yang menekankan pentingnya profesionalitas pemandu wisata. Sesi berikutnya diisi oleh para pakar dari ITB dan Institut Teknologi Sumatera.

Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang membahas dasar-dasar semiotika untuk fotografi, sementara Jejen Jaelani, M.Hum. menjelaskan peran fotografi di era modern. Sesi teknik fotografi, mulai dari penggunaan kamera ponsel hingga profesional, disampaikan oleh Harifa Ali Albar Siregar, Ph.D. Para peserta juga mendapatkan kesempatan praktik langsung di lingkungan sekitar, di mana hasilnya dievaluasi dalam sesi pembahasan khusus.

Hasil pelatihan dinilai sangat memuaskan, terbukti dari meningkatnya pemahaman peserta—baik yang awam maupun yang sudah memiliki sedikit pengetahuan—dalam menghasilkan karya foto yang tidak hanya indah, tetapi juga kaya akan makna. Kemampuan ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi warga untuk mengubah potensi pariwisata Pulau Rinca menjadi nilai ekonomi yang nyata.

#PengabdianMasyarakat #FSRDITB #PulauRinca #SemiotikaFotografi #PariwisataNTT #WonderfulIndonesia #SDGs #SDG4 #SDG8 #PendidikanBerkualitas #EkonomiKreatif

SDGs : #SDG4 #SDG8

1944

views

29 August 2025