MALUKU – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB kembali menunjukkan komitmen nyata dalam membangun wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) melalui Program Pengabdian Masyarakat 3T 2026. Kegiatan strategis bertajuk “Model Pemberdayaan Kewirausahaan Desa Berbasis Ekonomi Sirkular” ini dipimpin langsung oleh Dr. Evy Rachmawati Chaldun, S.E., M.Si., dosen SBM ITB sekaligus pakar manajemen produksi. Bertempat di Desa Adabai, Kabupaten Seram Bagian Timur, program ini bertujuan mengonversi limbah tempurung kelapa menjadi arang bernilai ekonomi tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Dr. Evy Rachmawati Chaldun, S.E., M.Si. menekankan pentingnya transformasi mindset agar masyarakat tidak sekadar menjual komoditas mentah. Tim ITB membekali warga dengan workshop kewirausahaan yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Selain akademisi seperti Dr. R.A. Aisah Asnawi, S.E., M.Si. dari Universitas Pattimura, program ini juga menghadirkan pakar praktisi lingkungan, Listyah, S.Pd. Beliau merupakan tokoh penggerak dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Ambon yang fokus pada penanganan sampah. Kehadiran Ibu Listyah, S.Pd. memberikan perspektif praktis mengenai pengelolaan limbah yang efisien di wilayah Maluku.
Keunikan program ini terletak pada penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa drum modifikasi. Alat ini dirancang sederhana namun efektif untuk mengontrol sirkulasi udara sehingga menghasilkan arang berkualitas tinggi. Selain dosen, mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB turut diterjunkan langsung untuk mendampingi warga dalam praktik produksi dan manajemen keuangan yang dipandu oleh Desy Kharohmayani, S.E., M.M. Tak hanya berhenti pada arang batok, program ini memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan produk turunan seperti briket arang guna menjangkau pasar yang lebih luas dan mewujudkan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
Referensi :
https://jakarta.suaramerdeka.com/nasional/13416844068/itb-dorong-model-pemberdayaan-kewirausahaan-desa-berbasis-ekonomi-sirkular-di-seram-timur