Ayda Trisnawaty Yusuf
Perlu saya jelaskan bahwa pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terdapat perubahan dari judul yang diajukan pada proposal yang asalnya berjudul: "Paparan Bahan Berbahaya dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Reproduksi dan Perkembangan Anak", menjadi berjudul: "Keamanan Pangan sebagai Upaya Penting untuk Mewujudkan Keluarga Sehat di Desa Cipameungpeuk". Pergantian judul ini disebabkan Lokasi Pengabdian kepada Masyarakat berubah total dan tentunya topik/judul juga disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakat yang dikunjungi sebagai lokasi kegiatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Kelompok Keilmuan Fisiologi, Perkembangan Hewan, dan Sains Biomedika (KK FPHSB) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kelurahan Cipameungpeuk, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, pada 1 November 2025. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi, pemahaman, dan keterampilan praktis masyarakat, khususnya anggota Kelompok Tani Desa Cipameungpeuk, dalam mengelola pangan dengan aman guna mencegah risiko penyakit bawaan pangan dan mewujudkan keluarga sehat. Program edukasi difokuskan pada prinsip-prinsip keamanan pangan berbasis sains, mencakup dua materi utama: (1) Topik pertama adalah "Dari Dapur ke Meja Makan: Yuk, Jaga Keamanan Pangan untuk Keluarga" yang memperkenalkan "Five Keys to Safer Food WHO", prinsip penyimpanan, zona bahaya suhu, serta cara memilih dan mengolah makanan yang aman; dan (2) Topik kedua adalah "Jangan Remehkan Makanan Basi, Bisa Jadi Sumber Racun" yang mengedukasi tentang bahaya mikotoksin dan sumber kontaminasi makanan. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke kebun hidroponik lokal. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dan antusiasme tinggi dari peserta, meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pengelolaan pangan yang aman. PKM ini diperkuat dengan penyerahan bantuan pengembangan pertanian, menegaskan komitmen SITH ITB dalam memberikan kontribusi ilmiah nyata untuk meningkatkan kesehatan keluarga dan ketahanan pangan desa.
Capaian utama program ini berfokus pada peningkatan aspek kognitif dan afektif masyarakat, serta kontribusi terhadap infrastruktur desa: 1. Peningkatan Pemahaman Kognitif: Masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya pengelolaan pangan yang aman, risiko penyakit bawaan pangan, bahaya mikotoksin, dan cara menerapkan langkah-langkah keamanan pangan (memilih, mengolah, menyimpan) berbasis sains (WHO Five Keys). 2. Respons Positif dan Antusiasme: Adanya respons positif dan antusiasme tinggi dari peserta, yang mengindikasikan penerimaan dan minat yang kuat terhadap topik keamanan pangan. 3. Dukungan Infrastruktur: Pemberian bantuan pengembangan kegiatan pertanian yang bertujuan memperkuat produktivitas pertanian lokal dan membantu masyarakat menghasilkan pangan yang aman dan bergizi.
Manfaat yang diterima masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Peningkatan Kualitas Hidup (Preventif): Masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan Kelompok Wanita Tani, memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung untuk mencegah risiko penyakit bawaan pangan. Hal ini merupakan langkah preventif kritis yang berkontribusi langsung pada kesehatan dan kualitas hidup keluarga. 2. Perubahan Kondisi ke Arah Lebih Baik (Kesehatan dan Ekonomi): Aspek Kesehatan: Dengan praktik keamanan pangan yang lebih baik, risiko sakit menurun, sehingga waktu dan biaya yang dialokasikan untuk pengobatan dapat dihemat. 3. Aspek Ekonomi/Kemandirian Pangan: Kunjungan ke kebun hidroponik dan penyerahan bantuan pengembangan pertanian mendukung upaya kemandirian pangan serta mendorong produksi pangan lokal yang lebih bersih dan aman.