Dana Donasi Panitia Pasar Seni untuk Kegiatan Pameran “Sinestesia : Merayakan Kembali”
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Dian Widiawati



Ringkasan Kegiatan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengembangkan desain struktur tenun dengan memanfaatkan serat daun nanas dari Subang dan limbah kain produksi kerudung dari Bandung sebagai material alternatif untuk produk tapestri. Workshop yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2025 dan diikuti tujuh peserta memperkenalkan teknik dasar tapestri mulai dari persiapan bahan hingga penyelesaian karya. Hasil kegiatan berupa prototipe tapestry dengan tekstur natural hasil perpaduan kedua limbah tersebut, yang dinilai memiliki potensi estetika dan nilai jual sebagai dekorasi interior.m Selain menghasilkan produk, kegiatan ini juga memberikan transfer pengetahuan mengenai pengolahan serat daun nanas dan teknik tapestri, serta membuka peluang pengembangan usaha kriya berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah melalui pendekatan desain kriya dapat mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.



Capaian

Penggabungan serat daun nanas dengan limbah kain kerudung juga menghadirkan pengalaman baru bagi peserta, karena menghasilkan karakter visual yang berbeda dari material tekstil konvensional. Hasil kegiatan berupa prototipe tapestri dengan tekstur natural hasil perpaduan kedua limbah tersebut Teksturnya yang organik, warna-warna alami yang muncul dari serat, serta bentuk yang ekspresif dihasilkan dari perpaduan kedua material tersebut,.



Testimoni Masyarakat

Penerima manfaat: masyarakat perajin dan lingkungan di desa Desa Sarireja Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Melalui kegiatan ini dibuktikan bahwa serat daun nanas dan limbah kain kerudung dapat dimanfaatkan sebagai material alternatif untuk produk tapestry yang bernilai estetik dan ekonomi. Melalui Workshop ini berhasil dikenalkan teknik dasar tapestri mulai dari persiapan bahan hingga penyelesaian karya. Hasil kegiatan berupa prototipe tapestri dengan tekstur natural hasil perpaduan kedua limbah tersebut, dan beberapa karya dinilai memiliki potensi untuk dijual sebagai dekorasi rumah. Keluaran utama program meliputi produk tapestry berbasis limbah sebagai hiasan dinding serta transfer pengetahuan mengenai teknik tapestry dan pengolahan serat daun nanas. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan usaha kreatif berkelanjutan di Subang, sekaligus mendukungm pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.