Intan Taufik
Kabupaten Nunukan merupakan salah satu wilayah 3T di Provinsi Kalimantan Utara yang mengalami keterbatasan sumber belajar ilmiah. Padahal, fenomena lokal seperti fermentasi tradisional memiliki potensi besar sebagai jembatan untuk memahami konsep sains tingkat SMA. Untuk itu, dikembangkan bahan ajar berbasis audio-visual yang mengangkat fenomena lingkungan sekitar. Dikemas dalam 6 modul, pengembangan bahan ajar meliputi pembuatan video ajar, penyediaan modul guru dan LKS, serta pembuatan kit praktikum untuk kegiatan eksperimen yang memanfaatkan bahan lokal. Sosialisasi diberikan kepada 24 guru biologi di Kabupaten Nunukan pada 14 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru-guru dari wilayah terpencil seperti Krayan Selatan dan Tulin Onsoi merasa terbantu oleh pendekatan ini. Para peserta juga berkomitmen untuk mengadaptasi bahan ajar dengan memanfaatkan potensi lokal. Program ini didukung oleh Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara guna memperkuat keberlanjutan pendampingan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan inovasi pembelajaran sains yang lebih inklusif, aplikatif, dan relevan bagi masyarakat terutama di wilayah 3T.
6 Modul video sudah disusun, dan dibagikan kepada kelompok guru-guru di Kabupaten Nunukan, secara khusus ke 12 guru dari daerah 3T, dan 14 dari kabupaten (non 3T). Khusus untuk guru dari daerah 3T diberikan paket (modul) praktikum disertai dengan panduan guru dan LKS murid.
Penyegaran pendidikan biologi, khususnya menggunakan materi lokal. Penguatan konsep dan pengembangan wawasan dalam penggunaan media ajar berbasis bahan lokal