International Genetically Engineered
Machine (iGEM) 2025 Competition
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Sutrisno



Ringkasan Kegiatan

Tahun 2024 Desa Janja, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli termasuk desa dengan kategori 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Berkat berbagai program pemberdayaan masyarakat dan desa yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan pihak lain, kini Desa Janja kategorinya naik menjadi desa berkembang. Pada tahun 2024 Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diketuai oleh Dr Ir. Sutrisno, M.Si., IPU telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Janja melalui skema 3T dengan fokus kegiatan melatih masyarakat mengolah hasil pertanian, perkebunan dan hasil hutan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024. pada tahun 2025 dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat skema top-down / penugasan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB yang difokuskan pada pelatihan pembuatan briket arang dari limbah biomassa seperti bambu, serbuk gergajian kayu dan kulit buah kakao.



Capaian

Peserta pelatihan telah memperoleh pengetahuan terkait bahan baku untuk pembuatan arang dan briket arang, proses pembuatan arang dan briket arang, kegunaan arang dan briket arang. Selain itu mereka memiliki keterampilan terkait teknik pembuatan arang dan briket arang dengan menggunakan teknologi tepat guna.



Testimoni Masyarakat

Kegiatan pelatihan diikuti oleh perwakilan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan mereka memiliki pengetahuan baru terkait dengan briket arang yang merupakan salah satu dari sumber energi baru terbarukan (EBT) yang potensial dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan di masa depan. Selain itu ada peningkatan kesadaran pentingnya mengolah limbah biomassa yang ada di desanya seperti bambu, serbuk gergajian kayu, kulit buah kakao dan lain-lain menjadi produk arang dan briket arang sebagai bioenergi alternatif pengganti LPG.