Jumat Bersih Jumat Sehat 2025
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Endra Gunawan



Ringkasan Kegiatan

Taman Nasional Wakatobi (TN Wakatobi) merupakan salah satu taman nasional di Indonesia yang memiliki ekosistem laut yang unik dan beragam sehingga ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tahun 2005. Sebagaimana umumnya wilayah pesisir di Indonesia, TN Wakatobi rentan terhadap bencana gempa dan tsunami. Berdasarkan data Pusat Studi Gempa Nasional (2017), terdapat beberapa sesar aktif yang berpotensi menimbulkan gempa dan tsunami yang dapat berdampak pada TN Wakatobi. Permasalahan yang muncul adalah kondisi TN Wakatobi sebagai wilayah terbangun dengan peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang signifikan. Di samping itu, kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih sangat rendah sehingga diperlukan pengembangan kapasitas secara intensif (intensive capacity building). Desa Liya One Melangka di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu desa tertinggal di wilayah TN Wakatobi yang memerlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dari tim Pengabdian Masyarakat (PM) ITB dan sosialisasi mengenai potensi serta bahaya gempa dan tsunami dari Sesar Tolo dan Sesar Flores. Kegiatan PM ITB ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan wawasan pengetahuan tentang potensi gempa dan tsunami dari Sesar Tolo dan Sesar Flores yang dapat berdampak pada masyarakat Desa Liya One Melangka, memberikan wawasan dan keterampilan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, mengembangkan jejaring antara masyarakat desa dengan pemangku kepentingan terkait manajemen penanggulangan bencana gempa dan tsunami, dan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemenuhan indikator Tsunami Ready UNESCO-IOC. PM ini juga didukung oleh Dosen dari Universitas Halu Oleo, yaitu Prof. Dr. Ir. Laode Muhammad Golok Jaya, ST, MT. (NIDN: 0020107601), yang akan ikut dalam kegiatan ini. Setelah pendampingan selesai, diharapkan masyarakat Desa Liya One Melangka memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan upaya mitigasi bencana gempa dan tsunami berbasis masyarakat secara mandiri, memperoleh pemahaman komprehensif untuk mendapatkan pengakuan (recognition) dari UNESCO-IOC, dan yang terpenting, dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa.



Capaian

Masyarakat sudah memiliki informasi potensi gempa yang berdampak di wilayahnya, serta arah jalur evakuasi yang ditetapkan beragam



Testimoni Masyarakat

Masyarakat Desa Liya One Melangka lebih berdaya dalam kesiapsiagaan mengantisipasi bencana maritim akibat gempa dan tsunami