Kampung Tangguh dan Resiliensi Inovatif: Kolaborasi Kreatif untuk Ketahanan Masyarakat Perkotaan
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Intan Prameswari



Ringkasan Kegiatan

Muaragembong merupakan wilayah pesisir dengan potensi sumber daya alam berupa tanaman wlingi laut, yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tradisional seperti tikar. Penelitian sebelumnya pada tahun 2024 yang berjudul Eksplorasi Pengolahan Matrial Wlingi Laut (Cyperus malaccensis) Sebagai Alternatif Material Berkelanjutan Untuk Produk Fungsional telah memperkenalkan diversifikasi produk berbasis wlingi laut, mendorong pengrajin untuk mengembangkan berbagai produk baru seperti dompet dan tas. Namun, hasil produksi masih menghadapi kendala dalam aspek kualitas pengerjaan, standar produksi, dan daya saing di pasar. Program Pengabdian pada Masyarakat ini berfokus pada peningkatan keterampilan pengrajin melalui tiga aspek utama: workshop metode produksi, quality control, dan peningkatan sensitivitas desain. Workshop metode produksi bertujuan untuk mengenalkan teknik pengerjaan yang lebih presisi dan efisien, sementara workshop quality control akan memastikan produk memiliki standar ukuran, bentuk, dan daya tahan yang lebih baik. Selain itu, workshop sensitivitas desain akan membekali pengrajin dengan pemahaman tentang tren pasar dan estetika produk agar lebih menarik bagi konsumen.



Capaian

Pelatihan/workshop berjalan dengan baik, komunitas penganyam sebagai sasaran kegiatan antusias mengikuti pelatihan dan dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Kegiatan kali ini menghasilkan produk yang lebih rapi dengan kekuatan yang lebih baik dibandingkan hasil kegiatan tahun 2024. Diharapkan dengan peningkatan kualitas ini, produk hasil karya komunitas pengrajin wlingi laut Muara Gembong dapat lebih diminati dan memiliki daya saing secara ekonomi.



Testimoni Masyarakat

Selain memperkaya keterampilan, kegiatan ini juga memberi harapan baru bagi warga yang terdampak abrasi laut di Pantai Bahagia, Muara Gembong. Ketika lahan pertanian dan tambak semakin sempit, kerajinan wlingi laut menjadi pendapatan ekonomi alternatif bagi warga yang memanfaatkan potensi alam tanpa merusaknya.