Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Kelompok Keahlian Geofisika Global 2025
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Nur Budi Mulyono



Ringkasan Kegiatan

PT Timah Tbk sebagai salah satu perusahaan pertambangan nasional memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Timah berkolaborasi dengan Kelompok Keahlian Organisasi dan Pengembangan Masyarakat (KK OPM), Sekolah Bisnis dan Manajemen – Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) untuk mengidentifikasi dan mengembangkan desa binaan yang memiliki potensi strategis dalam bidang ekonomi lokal dan seni budaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun model pemberdayaan komunitas yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas lokal melalui pendekatan yang terintegrasi antara sektor ekonomi, seni, dan budaya. Salah satu desa yang sedang dikaji sebagai calon desa binaan memiliki posisi yang unik, baik secara geografis maupun sosial-budaya. Desa ini dikenal memiliki potensi ekonomi yang cukup besar di sektor usaha mikro dan kerajinan, serta kekayaan seni tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat. Berbagai unit usaha kecil yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan pengolahan hasil alam sudah berjalan secara mandiri, namun menghadapi kendala dalam hal pengelolaan, inovasi, serta akses ke pasar. Demikian pula, pelaku seni lokal seperti pengrajin, seniman tari, musik tradisional, dan seni rupa, masih belum memiliki platform yang memadai untuk mengembangkan karya serta menjangkau audiens yang lebih luas. Di tengah potensi yang besar tersebut, masyarakat desa masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan kapasitas manajerial, kurangnya akses terhadap teknologi dan pelatihan kewirausahaan, serta belum terintegrasinya potensi ekonomi dan seni ke dalam strategi pembangunan desa secara menyeluruh. Produk kerajinan lokal dijual dengan margin keuntungan yang rendah melalui perantara, dan pertunjukan seni hanya tampil dalam acara-acara tradisional berskala lokal tanpa adanya strategi promosi yang berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, PT Timah dan KK OPM SBM ITB mengusulkan pendekatan inkubasi komunitas (community incubation model) yang berfungsi sebagai wadah pembinaan dan fasilitasi berkelanjutan untuk mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi dan seni berbasis komunitas. Inkubator ini akan menyediakan pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, serta penguatan kapasitas kelembagaan lokal seperti Badan Usaha Milik Desa (BumDes) dan kelompok seni budaya. Selain menjadi pusat peningkatan kapasitas, inkubator ini juga dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menghubungkan pelaku usaha, seniman lokal, pemerintah desa, serta mitra strategis seperti PT Timah. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan produk-produk kreatif unggulan yang memiliki daya saing dan nilai budaya, memperkuat identitas desa, serta menarik minat wisatawan dan pasar luar desa. Misalnya, karya seni lokal dapat dikembangkan sebagai atraksi wisata dan bagian dari paket ekowisata tematik, sedangkan produk kerajinan dan kuliner lokal dapat diposisikan sebagai bagian dari narasi kekayaan budaya yang otentik. Melalui program ini, desa binaan tidak hanya diarahkan untuk mencapai kemandirian ekonomi, tetapi juga menjadi contoh praktik baik dalam pelestarian seni budaya dan penguatan identitas lokal melalui pendekatan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.



Capaian

pelatihan pengelolaan sampah, pemetaan potensi wilayah



Testimoni Masyarakat

masyarakat desa rajik