Andri Hernandi
Program Pengabdian kepada Masyarakat FITB–ITB ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan teknologi fog harvesting sebagai solusi krisis air bersih di Desa Wonotoro, Probolinggo—sebuah kawasan wisata Bromo yang sejak 2013 mengalami penurunan ketersediaan air akibat berkurangnya volume sumber air, mengeringnya mata air saat kemarau, serta kerusakan sumber utama pascakebakaran Bukit Teletubbies tahun 2023. Kegiatan ini meliputi survei lapangan, pemasangan Automatic Weather Station (AWS), akuisisi data spasial menggunakan UAV–LiDAR, analisis meteorologi dan topografi, hingga uji coba jaring embun pada dua periode berbeda. Hasil menunjukkan bahwa kondisi klimatologis Wonotoro—dengan suhu 15–18°C, kelembapan relatif 75–100%, serta kecepatan angin rendah—sangat mendukung terbentuknya embun, terutama pada musim kemarau yang tetap lembap. Uji coba pada Agustus 2025 memperlihatkan peningkatan efektivitas penangkapan embun dibandingkan Juni 2025. Studi ini menghasilkan rekomendasi teknis berupa penyesuaian bahan jaring, modifikasi struktur sesuai karakteristik Tengger, pengujian berkelanjutan di lokasi, serta pengembangan desain yang lebih adaptif. Secara keseluruhan, teknologi fog harvesting dinilai potensial dan relevan untuk diterapkan sebagai alternatif penyediaan air bersih berbasis kondisi geografis dan klimatologis lokal di Desa Wonotoro.
Tersedianya Data Meteorologi Berbasis AWS untuk Analisis Potensi Embun Program berhasil memasang dan mengoperasikan Automatic Weather Station (AWS) yang merekam data kelembapan relatif, temperatur udara, curah hujan, dan kecepatan angin secara kontinu. Data ini menunjukkan RH mencapai 75–100% dan temperatur 15–18°C, yang menjadi dasar ilmiah bahwa Desa Wonotoro memiliki potensi tinggi untuk teknologi fog harvesting. Pemetaan Spasial Desa Menggunakan UAV–LiDAR Akuisisi data foto udara dan pemodelan Digital Terrain Model (DTM) berhasil dilakukan, menghasilkan peta ortomosaic resolusi tinggi serta analisis topografi yang menunjukkan lokasi-lokasi strategis untuk pemasangan jaring embun. Data ini juga diserahkan kepada pemerintah desa sebagai bahan perencanaan sumber daya air. Pemasangan dan Uji Coba Prototipe Jaring Embun Prototipe jaring embun berhasil dipasang pada dua periode lapangan (Juni dan Agustus 2025). Uji coba menunjukkan peningkatan efektivitas pada Agustus karena kondisi kering tetapi lembap—menegaskan bahwa fog harvesting feasible diterapkan di Wonotoro. Identifikasi Lokasi Optimal Fog Harvesting Berbasis Analisis Meteorologi–Spasial Melalui integrasi data AWS dan LiDAR, tim berhasil menentukan titik-titik potensial berdasarkan arah angin dominan, elevasi, dan kemiringan lereng. Informasi ini menjadi rekomendasi teknis bagi desa untuk pengembangan lanjutan. Rekomendasi Teknis Pengembangan Fog Harvesting yang Adaptif Program menghasilkan rekomendasi resmi terkait bahan jaring, modifikasi struktur, dan strategi pemasangan yang sesuai dengan karakteristik mikroklimat Tengger, termasuk perlunya desain jaring yang fleksibel dan adaptif terhadap angin pegunungan. Peningkatan Kapasitas dan Awareness Masyarakat terhadap Teknologi Air Alternatif Pemerintah desa dan masyarakat mendapatkan pemahaman baru tentang potensi embun serta teknologi pemanenannya sebagai alternatif sumber air bersih yang murah, berkelanjutan, dan relevan terhadap kondisi desa. Publikasi Media Massa sebagai Luaran Diseminasi Program ini turut menghasilkan liputan resmi pada media nasional (RRI) mengenai inovasi jaring embun sebagai solusi krisis air bersih, meningkatkan visibilitas akademik dan sosial program.
Program pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Wonotoro melalui tersedianya data ilmiah mengenai potensi embun dan kondisi spasial desa, yang membuka peluang solusi baru terhadap krisis air bersih. Uji coba teknologi fog harvesting memberikan alternatif penyediaan air tambahan yang murah dan sesuai dengan kondisi pegunungan, sehingga mengurangi ketergantungan masyarakat pada sumber air jauh atau pembelian air dengan biaya tinggi. Selain itu, pemerintah desa memperoleh peta dan analisis teknis yang memperkuat kapasitas mereka dalam perencanaan sumber daya air dan penataan ruang. Secara keseluruhan, program ini mendorong peningkatan kesadaran lingkungan, memperkuat dasar kebijakan berbasis data, serta memberikan harapan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Wonotoro di masa mendatang.