Pemanfaatan Limbah Industri Kayu sebagai Bahan Baku Energi Terbarukan di Kabupaten Ciamis
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Gede Suantika



Ringkasan Kegiatan

Program pengabdian masyarakat pada aliran DAS CItarum di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, telah dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas air budidaya perikanan melalui penerapan sistem biofiltrasi tiga tahap (mekanis, biologis, dan kimia). Sistem diinstal pada lokasi urban farming masyarakat dan telah dioperasikan selama empat minggu dengan pemantauan berkala terhadap konsentrasi amonium (NH₄⁺) sebagai parameter utama. Hasil menunjukkan bahwa biofilter mampu menurunkan kadar amonium secara bertahap hingga mencapai 10 ppm/hari, menandakan kestabilan biologis dan aktivitas nitrifikasi yang optimal. Peningkatan efisiensi sistem ini berdampak nyata terhadap kualitas air dan aktivitas ikan, yang tampak lebih sehat dan aktif selama periode pengamatan. Hal ini dikarenakan selain terjadinya peningkatan kualitas air terdapat peningkatan kadar oksigen terlarut. Penerapan teknologi biofiltrasi telah membantu pembudidaya dalam mengatasi permasalahan kualitas air sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya.



Capaian

1. Perbaikan kualitas air budidaya, ditunjukkan oleh kualitas air yang lebih stabil dan ikan yang lebih aktif, sehingga menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan komoditas budidaya. 2. Peningkatan kapasitas pembudidaya dalam penggunaan teknologi khususnya biofilter dan pengelolaan kualitas air, berdampak pada proses budidaya yang lebih optimal. 3. Meningkatkan potensi produktivitas, kualitas air dan proses budidaya yang lebih baik memberikan peluang hasil panen yang lebih tinggi dan berkelanjutan.



Testimoni Masyarakat

1.Peningkatan kualitas air budidaya, sehingga komoditas budidaya lebih sehat dan tingkat kematian lebih rendah. 2. Peningkatan kinerja proses budidaya karena dapat mengurangi beban kerja pembudidaya dalam mengusahakan air bersih dan pengurangan risiko kerugian. 3. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam manajemen kualitas air dan perawatan biofilter. 4. Peluang peningkatan produktivitas disebabkan kondisi lingkungan optimal mendukung pertumbuhan komoditas budidaya. 5. Potensi peningkatan pendapatan dari peningkatan prodiktivitas dan penurunan kerugian akibat kematian. 6. Peningkatan kapasitas pembudidaya dalam penggunaan teknologi.