Pemantauan lingkungan tambang tanah urug dan rencana pemanfaatan lahan pasca tambang di Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Arie Naftali Hawu Hede



Ringkasan Kegiatan

Pemantauan dan rencana pemanfaatan lahan pasca tambang galian tanah urug di Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat adalah program pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan pendanaannya ke LPPM ITB tahun 2022. Lokasi kegiatan pada daerah tambang tanah urug di Desa Loyang dan Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Kabupatan Indramaya, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tambang di daerah ini sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir dan beberapa terjadi konflik sosial masyarakat akibat aktivitas kegiatan penambangan yang ada. Konflik yang ada antara lain diakibatkan adanya kerusakan jalan akibat transportasi truk tanah urug. Peruntukan tanah urug dari daerah ini adalah untuk kegiatan penimbunan proyek untuk modernisasi irigasi bendungan Rentang Majalengka agar mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian. Sehingga dengan demikian setidaknya terdapat pro dan kontra terhadap aktivitas penambangan yang ada di daerah ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk memberikan gambaran teknis kegiatan penambangan yang saat ini sedang berlangsung dan rencana pengelolaan lahan pasca tambang yang seharusnya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Lebih detail tujuan kegiatan ini antara lain identifikasi kegiatan penambangan, penentuan pemanfaatan lahan pengganti pasca tambang untuk menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekitar, dan bahan penyusunan pemantauan lingkungan. Kegiatan yang akan berlangsung merupakan pendekatan aspek teknik terdiri dari kombinasi metode langsung dan tak langsung untuk dapat menganalisis secara detail dan regional daerah penelitian. Metode langsung dilakukan dengan survei umum yang kemudian diikuti dengan pengamatan dan pengambilan sampel lapangan. Sampel yang diambil meliputi sampel tanah, batuan, dan air. Sedangkan metode tak langsung dengan penginderaan jauh dengan tujuan analisis perubahan bentang alam sebagai pengaruh aktifitas penambangan dan pemetaan foto udara untuk mendapatkan gambaran secara umum lokasi tambang. Data-data tersebut kemudian diolah dan dilakukan interpretasi dan penyusunan evaluasi atas daerah terdampak penambangan. Pendekatan aspek sosial ekonomi juga dilakukan selama kegiatan berlangsung dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam memberikan pendapat dan interaksi sosial agar terhindar konflik sosial. Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan evaluasi kualitas lingkungan khususnya dapat melokalisir daerah terdampak tambang dan memberikan opsi yang dapat mengurangi/menghilangkan memberikan dampak buruk secara langsung kepada masyarakat sekitar tambang. Kegiatan ini didukung secara aktif oleh PT Karya Wira Pradhana dan PT Paramarta serta pemerintah daerah Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.



Capaian

Memberikan gambaran teknis penambangan yang berlangsung dan rencana pengelolaan lahan pasca tambang, sehingga pemulihan lingkungan hidup dapat dioptimalkan



Testimoni Masyarakat