Qoriah
Ketahanan pangan saat ini menjadi isu yang semakin penting di Indonesia, terutama di tengah perubahan iklim, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk. Program makan siang bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah semakin menegaskan perlunya ketersediaan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Namun, berbagai kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan lahan produktif, alih fungsi lahan pertanian, serta tingginya ketergantungan pada import pangan. Pengabdian masyarakat ini disusun melalui studi literatur yang menelaah peluang penerapan teknologi urban farming berbasis hidroponik di pondok pesantren tradisional Tasikmalaya. Kebaruan (novelty) dari program ini terletak pada integrasi konsep ketahanan pangan dengan lingkungan pesantren yang selama ini jarang disentuh inovasi pertanian modern. Pesantren dipandang strategis karena selain menjadi pusat pendidikan, juga memiliki komunitas yang luas untuk mendorong kemandirian pangan. Melalui edukasi dan pelatihan yang berbasis kajian literatur, program ini diharapkan meningkatkan keterampilan santri dan guru dalam mengelola budidaya berkelanjutan, sekaligus menghadirkan model percontohan bagi pesantren lain di Indonesia.
Target utama dari kegaiatan pengabdian pada masyarakat ini, tercapainnya kemandirian pangan, potensi untuk memperbaiki tingkat ekonomi masyarakat yang mayoritas masih menegah bawah juga terbuka. Diharapkan pondok pesantren Suryalaya Tasikmalaya, mampu mandiri di tengah isu pangan dan menjadi percontohan tidak hanya bagi masyarakat sekitar pondok pesantren tapi juga bagi pondok pesantren lainnya di Jawa Barat, bahkan Indonesia.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menjawab isu asupan nutrisi yang masih minim di lingkungan pondok pesantren melalui ketahanan pangan mandiri. Kesadaran akan prinsip keberlanjutan dalam implementasi teknolgi budidaya sebagai jawaban isu adalah aspek penting untuk pelestarian lingkungan dan kepekaan terhadap adaptasi perubahan iklim yang tengah terjadi dan mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas bahan pangan di Indonesia.