Prananda Luffiansyah Malasan
Program Pengabdian Masyarakat berikut yang bertujuan mengembangkan dan memaksimalkan potensi desain sapu lidi sawit tradisional Desa Sindangheula, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi produk kerajinan berdaya saing ekspor, khususnya untuk pasar Asia Timur dan Asia Tenggara. Menggunakan metode ATUMICS (Artefact - Technique - Utility - Material - Icon - Concept - Shape), pengabdian ini melibatkan kolaborasi intensif antara tim peneliti (desainer yang berasal dari Desain Produk ITB) dengan komunitas perajin melalui pendekatan kolaboratif. Tahapan pemecahan masalah yang meliputi identifikasi Objek Kerajinan Sapu Lidi, observasi mendalam, serta mengeksplorasi desain bersama, pembuatan prototipe, serta evaluasi dan pendampingan untuk kemandirian perajin. Maka dari itu pengabdian tersebut bertujuan untuk menghasilkan prototipe sapu lidi sawit bernilai tambah tinggi, serta menekankan pelestarian kearifan lokal, regenerasi perajin muda, dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Program menghasilkan prototipe sapu lidi sawit dengan nilai tambah tinggi yang tetap mempertahankan teknik tradisional namun memiliki estetika dan utilitas yang lebih relevan untuk pasar internasional. Pendekatan evolusioner ini memungkinkan peningkatan nilai jual produk hingga 2–3 kali lipat tanpa mengganggu ritme produksi perajin.
Perajin sapu lidi sawit Desa Sindangheula menjadi penerima manfaat utama melalui peningkatan kapasitas desain, peluang pasar, dan potensi pendapatan. Pemerintah desa serta komunitas lokal juga memperoleh manfaat dari penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.