Slamet Riyadi
Penelitian ini mengembangkan metode materialisasi fisik artefak budaya melalui integrasi 3D scanning (SLS, LiDAR, fotogrametri) dan additive manufacturing. Studi ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang menghasilkan arsip digital artefak namun belum dioptimalkan dalam bentuk fisik. Proses meliputi pemindaian, pengolahan model digital, dan pencetakan 3D untuk menilai akurasi bentuk, detail, dan tekstur dibanding objek asli. Hasil awal menunjukkan bahwa pencetakan 3D mampu mereplikasi artefak dengan presisi memadai, meskipun kualitas berbeda antar teknologi dan material. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan kompetensi. Luaran mencakup basis data model digital, prototipe fisik, prosedur standar, dan artikel ilmiah. Pendekatan ini memperkuat upaya pelestarian, edukasi, dan inovasi desain berbasis rekonstruksi artefak.
-Pemindaian lanjutan terhadap artefak budaya telah dilakukan. -Pengolahan model digital 3D berjalan sesuai jadwal. -Proses pencetakan 3D awal menggunakan teknik FDM (PLA+) dan DLP telah dilakukan untuk menguji tingkat akurasi reproduksi. -Keterlibatan mahasiswa dalam proses pemindaian, pengolahan data, dan pencetakan. -Tersusunnya database model digital 3D dari artefak yang dipindai. -Diskusi evaluatif internal tim terkait hasil cetak dan tantangan teknis.
-Mahasiswa FSRD ITB (S1/S2) melalui kegiatan pembelajaran langsung terkait 3D scanning & 3D printing. -Dosen dan peneliti FSRD yang membutuhkan fasilitas additive manufacturing dan digital archiving. -Masyarakat umum, khususnya komunitas budaya dan museum, melalui potensi akses terhadap replika fisik untuk edukasi dan pameran.