Pendampingan Pengembangan Kampung Wisata di Perbatasan RI-PNG Mosso, Kota Jayapura
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Herlien Dwiarti Soemari



Ringkasan Kegiatan

Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, adil, dan inklusif melalui kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) ITB pada tanggal 24 Mei 2025 di Kampus ITB Jatinangor dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan civitas akademika di ITB Jatinangor dengan cara memberikan edukasi terkait kekerasan seksual sebagai upaya pencegahan kejadian kekerasan seksual di lingkungan kampus ITB. Selain materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang jenis dan bentuk kekerasan sesuai dengan Permendikbud Ristek Nomor 55 Tahun 2024. mekanisme pelaporan, serta strategi penanganan kasus kekerasan, juga dilakukan pre-postest untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari berbagai elemen masyarakat kampus, termasuk mahasiswa, dosen, aparat desa, pengemudi ojek daring, kepolisian, serta perwakilan Satgas PPKS dari perguruan tinggi lain. Kegiatan ini menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, serta perlindungan terhadap korban dan pelapor. Terbukti terdapat peningkatan pemahaman peserta dari nilai pre-postest secara signifikan (p<0.05). Sosialisasi ini menjadi langkah konkret ITB dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang bebas dari kekerasan dan mendukung kesejahteraan sivitas akademika. Kegiatan ini telah menghasilkan luaran berupa 3 publikasi media massa yaitu di media Indonesia, berita ITB di laman itb.ac.id serta di Fokus Jabar serta kegiatan sosialisasi partisipatif dalam video dokumentasi yang sudah di upload di Youtube DPMK.



Capaian

Sosialisasi diikuti ±60 peserta dari berbagai elemen, seperti mahasiswa, dosen, aparat desa, pengemudi ojek daring, kepolisian, dan perwakilan Satgas PPKS perguruan tinggi lain. Hasil pre–posttest menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta (p<0.05), menandakan efektivitas pendekatan partisipatif dalam mendorong kesadaran kolektif dan memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan kekerasan seksual. Capaian publisitas : Video kegiatan di laman youtube DPMK ITB, artikel popular di 3 media yaitu Media Indonesia, laman ITB dan fokusjabar.id.



Testimoni Masyarakat

1. Manfaat bagi Fakultas a. Meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap isu kekerasan, sehingga tercipta budaya kampus yang lebih aman dan suportif. b. Memperkuat peran fakultas dalam mendukung kebijakan nasional terkait pencegahan kekerasan. c. Mendorong kolaborasi antar dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. 2. Manfaat bagi ITB a. Menunjukkan komitmen institusi dalam menjalankan Permendikbud Ristek No. 55 Tahun 2024 secara nyata. b. Meningkatkan reputasi ITB sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap kesejahteraan dan keamanan sivitas akademika. c. Memperkuat sistem pelaporan dan penanganan kekerasan di tingkat institusi melalui Satgas PPK. 3. Manfaat bagi Tingkat Nasional a. Menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi perguruan tinggi lain dalam implementasi kebijakan pencegahan kekerasan. b. Mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang bebas dari kekerasan. c. Mendorong sinergi antara kampus dan masyarakat dalam membangun budaya anti-kekerasan. 4. Manfaat bagi Tingkat Global a. Menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia aktif dalam isu global terkait hak asasi manusia, keamanan, dan inklusif. b. Berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). c. Membuka peluang kerja sama internasional dalam bidang perlindungan sivitas akademika dan pengembangan kebijakan kampus aman.