Poetro Lebdo Sambegoro
Industri rotan merupakan salah satu komoditas HHBK (hasil hutan bukan kayu) yang memiliki potensi paling besar di Indonesia khususnya Sumatera Barat. Namun begitu, rantai pasok rotan hingga kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi industri rotan itu sendiri. Demikian panjang dan tidak menentunya rentetan pengepul rotan membuat petani kecil semakin tertekan. Hal ini umumnya disebabkan karena keterbatasan sumberdaya petani kecil dalam mengolah rotan hingga jadi maupun setengah jadi melalui proses pengawetan. Pada tahun 2024 lalu, menjawab permintaan Desa Sumpur Kudu, Sijunjung, Sumatera Barat melalui aplikasi Desanesha dan didanai oleh DRPM ITB, kami telah membantu Desa Sumpur Kudus membuat dan enghibahkan alat pengukus dan pengering rotan dengan kapasitas produksi 100 kg. Alat pengukus dan pengering rotan tersebut terbukti memiliki dampak yang sangat baik untuk meningkatkan produktivitas petani rotan di kawasan Desa Sumpur Kudus. Pada awal tahun 2025 ini, Desa Air Dingin, Sawahlunto, Sumatera Barat yang berjarak 100 km dari Desa Sumpur Kudus, mengajukan permohonan bantuan resmi melalui aplikasi Desanesha untuk pembuatan alat yang sama. Proposal ini diajukan untuk memenuhi permintaan Desa Air Dingin tersebut. Pembuatan alat ini di desa Air Dingin dalam jangka pendek direncanakan dapat membantu meningkatkan daya tawar petani rotan di kawasan Desa Air Dingin, dan dalam jangka panjang menjadikan Sumatera Barat sebagai daerah budidaya rotan yang mandiri dan turut mewujudkan proses hilirisasi pada industri rotan nasional.
Semoga para petani rotan di desa Air Dingin, Sawah Lunto dapat memproses rotan mereka sendiri sehingga tidak bergantung pada pengepul dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
Petani rotan di desa Air Dingin, Sawah Lunto dapat memproses rotan mereka sendiri sehingga tidak bergantung pada pengepul dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.