Rizal Afgani
Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) yang masif oleh pelajar, khususnya mahasiswa dalam mempelajari kalkulus, menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Fenomena umum menunjukkan mahasiswa cenderung menggunakan AI seperti ChatGPT untuk mencari jawaban instan tanpa menelaah jawabannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan AI secara bijak di dalam dan di luar kelas untuk membantu mahasiswa belajar secara bermakna. Dengan melihat kelebihan dan kelemahan AI dapat disimpulkan bahwa AI tidak boleh dijadikan sumber informasi utama, dan mahasiswa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada jawaban langsung AI. Penggunaan AI yang bijak dalam belajar bisa dengan menukar peran AI dan pembelajar. Alih-alih AI yang menjawab, kita bisa jadikan AI sebagai tutor Socratic yang memberikan rangkaian pertanyaan yang mengajak mahasiswa berfikir dan menemukan jawaban sendiri.
1. mendapatkan satu alternatif penggunaan AI yang bijak dan mampu membuat proses belajar menjadi bermakna yaitu dengan mennjadikan AI sebagai tutor Socratic 2. mendapatkan cara/tips cara untuk menyiapkan AI menjadi tutor Socratic 3. menyebarkan hasil temuan ini ke dosen-dosen pengajar Kalkulus dalam sebuah workshop
1. Mendapatkan informasi tentang cara membelajarkan Kalkulus kepada mahasiswa yang berakar pada proses belajar yang bermakna. 2. mendapatkan informasi tentang alternatif penggunaan AI di dalam kelas yang dapat digunakan sendiri dan dapat diajarkan ke mahasiswa