Angga Dwiartama
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada Pulau Pasir Panjang, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur terfokus dalam mengatasi masalah dari desa yang mengandalan sumber pangan selain ikan dari luar pulau. Kondisi ini menyebabkan desa tidak dapat dengan mudah menghasilkan produk pangan sendiri. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat merupakan nelayan yang memiliki pengetahuan terbatas terkait dengan budidaya pertanian dan gangguan dari komodo yang merupakan hewan dilindungi. Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan pengetahuan terkait penggunaan teknologi sederhana guna meningkatkan kapasitas dari aktivitas harian mereka sebagai nelayan. Dalam kegiatan ini masyarakat desa dikenalkan dengan teknologi pertanian hidroponik dan cerdas iklim, teknologi sederhana lemari gantung untuk penjemuran ikan, pembuatan produk pangan berbasis sumber daya lokal berupa kelor dan ikan laut, teknologi fish finder, pengenalan bibit kelapa genjah untuk membidik pasar produk kelapa muda di daerah wisata, dan peningkatan kualitas kandang unggas guna meningkatkan perlindungan dari serangan komodo. Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya sistem sederhana produksi sayuran pada desa Pasir Panjang, peningkatan keingian untuk melaukan budidaya unggas berkelanjutan sebagai sumber pangan tambahan, dan peningkatan tingkat kebersihan dari proses pengeringan ikan dengan aplikasi jala gantung untuk pengeringan
Capaian dari kegiatan pengabdian ini antara lain 1. Terdapat instalasi hidroponik yang dikelola oleh Bumdes dan model pertanian di pekarangan 2. Penggunaan desain kandang ayam baru oleh masyarakat 3. Masyarakat mengaplikasikan teknologi fish finder dalam kegiatan mencari ikan 4. Pemeliharaan bibit kelapa genjah oleh masyarakat
Terdapat beberapa manfaat yang diterima: 1. Masyarakat memiliki pengetahuan dasar untuk melakukan kegiatan produksi pangan mandiri. Kegiatan ini sekarang mulai dijalankan oleh para wanita muda dengan melibatkan Bumdes 2. Masyarakat mendapatkan pengetahuan dan peralatan untuk melakukan aktivitas produksi produk olahan pangan berbasis sumber daya lokal berupa kelor dan ikan laut. 3. Masyarakat mendapatkan pengetahuan dan peralatan untuk meningkatkan kesuksesan dalam pencarian ikan 4. Masyarakat mendapatkan pengetahuan dan kemungkinan penghasilan tambahan melalui pendekatan aplikasi pengetahuan akan bibit tanaman kelapa genjah.