Deni Suwardhi
Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Top Down 2025 ini dilaksanakan di Desa Padasuka, Kabupaten Sumedang, untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan pengurangan limbah organik melalui sistem banana circle. Desa Padasuka memiliki potensi produksi pangan dan ruang pekarangan yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan lahan rumah tangga. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui kolaborasi antara ITB, komunitas Seni Tani, dan warga desa. Tahapan kegiatan meliputi survei dan pemetaan pekarangan, pelatihan dan workshop, implementasi pembuatan banana circle, serta pendampingan lanjutan untuk manajemen air dan kompos organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 4 dari 7 RW berhasil menerapkan banana circle dengan baik, disertai peningkatan pemahaman warga terhadap pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada pembaruan data pertanahan melalui pencocokan peta foto udara, sertifikat tanah, dan SPPT PBB. Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi desa lain dalam penguatan ketahanan pangan lokal, integrasi pertanian ramah lingkungan, serta perbaikan tata kelola data pertanahan desa.
Kegiatan pendampingan sistem banana circle berhasil meningkatkan kapasitas dan partisipasi warga dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber produksi pangan rumah tangga. Dari tujuh RW di Desa Padasuka, empat RW berhasil membangun dan merawat instalasi banana circle dengan baik, menunjukkan keberhasilan transfer pengetahuan dan penerapan teknik budidaya ramah lingkungan. Program ini juga menghasilkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui pengomposan langsung di pekarangan. Selain itu, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pembaruan data pertanahan desa melalui proses pencocokan peta foto udara, sertifikat tanah, dan SPPT PBB, sehingga kualitas data dasar desa menjadi lebih akurat. Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan keberhasilan kolaborasi kampus–komunitas–pemerintah desa dalam mewujudkan praktik pertanian pekarangan berkelanjutan dan tata kelola pertanahan yang lebih baik.
Kegiatan pendampingan banana circle memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Padasuka, baik dalam aspek lingkungan maupun ekonomi rumah tangga. Masyarakat memperoleh pengetahuan praktis tentang cara memanfaatkan pekarangan secara produktif untuk menanam pisang dan tanaman pendukung, sehingga meningkatkan ketersediaan pangan keluarga. Melalui pengelolaan sampah organik yang langsung dikomposkan di pusat banana circle, warga juga merasakan manfaat berupa berkurangnya volume sampah rumah tangga dan meningkatnya kesuburan tanah secara alami tanpa biaya tambahan. Selain itu, proses pendampingan meningkatkan pemahaman warga tentang praktik pertanian berkelanjutan, sekaligus memperkuat gotong royong antarwarga dalam merawat tanaman. Program ini juga memberikan manfaat tambahan berupa pembenahan data pertanahan desa, yang membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam memperoleh informasi lahan yang lebih akurat untuk perencanaan dan administrasi. Secara keseluruhan, program ini meningkatkan kualitas lingkungan pekarangan, memperkuat ketahanan pangan, serta menumbuhkan perubahan perilaku positif dalam pengelolaan limbah organik dan ruang hidup warga.