Muhammad Syahril Badri Kusuma
Cupel merupakan salah satu desa di Kabupaten Jembrana yang mengalami abrasi pantai. Dalam 20 tahun terakhir ini, fenomena abrasi tersebut mengakibatkan kehilangan/kemunduran garis pantai sejauh 100 m ke darat dan merusak semua bangunan dan lahan perkebunan diatas hamparan pantai yang terabrasi tersebut. Peristiwa ini telah mengakibatkan semua penduduk di lahan pesisir yang mengalami abrasi tersebut harus pindah ke lahan sekitarnya dan atau daerah lain. Selain itu aktifitas ekonomi di desa Cupel yang banyak bergantung pada aktifitas penangkapan ikan juga terganggu. Aktifitas penangkapan ikan di Desa Cupel ini, tidak hanya oleh penduduk setempat tapi juga oleh penduduk pantai daerah sekitarnya, karena tidak jauh dari Lokasi pantai Desa Cupel yang terabrasi tersebut terdapat Pelabunan Ikan Nusantara Pengambengan yang memiliki fasilitas industri perikanan tangkap. Kejadian abrasi ini telah mengganggu aktifitas ekonomi yang ada di Lokasi tersebut. Hal inilah yang menjadikan penduduk korban abrasi tersebut dan Desa Cupel ingin berupaya memperbaiki kerusakan yang terjadi. Namun demikian, sampai saat ini, belum ada penanganan yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut diatas. Pada saat kegiatan PM Top Down diusulkan telah terdapat usulan solusi penanganan dipantai tersebut dari litbang pantai PU di Bali yang cakupannya tidak hanya untuk pantai Cupel namun juga untuk pantai sebelah baratnya, Realisasi usulan tersebut baru dapat dilaksanakan (Ongoing project) untuk pantai lainnya sedangkan realisasi untuk pantai Cupel belum dapat dijadualkan. Sementara itu, dari pengamatan lapangan pada saat visit, terlihat bahwa beberapa bagian perlindungan pantai yang baru terbangun telah rusak terabrasi gelombang. Sehingga dapat disimpulkan perlu dilakukan kajian ulang tentang karakteristik kerusakan garis pantai Cupel dan sekitarnya agar dapat disusun alternatif solusi yang lebih baik, sesuai dengan permohonan dari Masyarakat pantai Cupel. Hal inilah alasan mendasar diusulkannya PM TOP Down ini.
Dalam upaya menangani masalah abrasi yang semakin parah di kawasan pesisir, langkah pertama yang dilakukan adalah menganalisis dampak abrasi terhadap lingkungan dan infrastruktur di sekitar wilayah terdampak. Analisis ini mencakup pemetaan area yang terkena abrasi, identifikasi penyebab utama, dan evaluasi kerusakan yang terjadi, baik pada lahan maupun infrastruktur pendukung seperti tanggul, jalan, dan fasilitas umum. Hasil dari analisis ini akan menjadi dasar untuk merancang solusi yang tepat dan berkelanjutan. Sebagai langkah lanjutan, kerja sama aktif dilakukan dengan Kabupaten Jembrana, PPN Pengambengan dan Desa Cupel untuk menikdaklanjuti konsep yang telah diusulkan. Kelanjutan Upaya ini akan disesuaikan dengan masukan2 yang ada dari ketiga stakeholder tersebut. Diharapkan kajian ini dapat berkontribusi dalam upaya pengembangan sistem perlindungan pantai Desa Cupel, dari ancaman abrasi gelombang dan gerusan long shore current. Sebagai hasilnya, kegiatan perekonomian di sekitar pantai Pucel dapat berjalan lebih baik, bahkan dapat ditingkatkan.
Bermanfaat untuk masyarakat Desa Cupel, bagi pemerintah Kabupaten Jembrana dengan adanya dasar karakteristik penanganan pantai